Ketua Figur Kabupaten Dompu Mahfud, S.Pd. (poris/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sekitar 600 honorer yang sudah lama mengabdi baik sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) sampai saat ini belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Termasuk perhatian dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI) maupun Pemerintah Kabupaten Dompu, dinilai masih jauh dari harapan.

Kecewa dengan hal tersebut, termasuk menyangkut kebijakan dan kesejahteraan GTT dan PTT, maka Forum Komunikasi Guru Honorer (Figur) Kabupaten Dompu berencana melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (26/7/2018) mendatang.

Menurut Ketua Figur se-Kabupaten Dompu Mahfud, S.Pd, pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dinilai seolah-olah tertutup dan tidak ada keterbukaan terkait tunjangan guru honorer.

“Tunjangan fungsional dan sertifikasi guru honorer selama ini kami tidak pernah tahu. Itu yang perlu kami pertanyakan. Selain regulasi yang jelas terkait kesejahteraan guru honorer,” ujar Mahfud pada Lakeynews.com di Dompu.

Diditegaskan, kehadiran Figur sebagai partner Pemda dalam membangun dunia pendidikan. Bagaimanapun pendidikan harus diprioritaskan demi kemajuan daerah.

“Pada pada tanggal 26 Juli, kami mendesak dewan dan Pemda agar dibuatkan regulasi yang jelas, sehingga kami semua tenang dengan pengabdian kami,” tandasnya.

Mahfud menegaskan, hadirnya Figur itu tidak ada unsur dari pihak manapun, apalagi dikaitkan dengan partai politik. “Figur murni berjuang untuk mensejahterakan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Dia sangat berharap pemerintah mengindahkan tuntutan Figur. “Pemerintah daerah merespon positif niat baik kami agar bisa bekerjasama dengan baik dan segera memecahkan persoalan yang kami ajukan, sehingga kami tenang mengabdi, tenang dalam mendidik peserta didik kami,” harapnya. (pis)