
MATARAM, Lakeynews.com – Atlit asal Dusun Karang Pangsong, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB Lalu Mohammad Zohri (Zohri) berhasil menjadi jawara dunia pada ajang kejuaraan Finlandia U-20 Lari 100 meter.
Namun tidak disangka di balik kesuksesan itu, Zohri merupakan anak yatim piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu alias miskin.
Rumahnya reot dan memprihatinkan. Sebagian besar bangunan menggunakan papan dan bedek yang ditutupi pakai koran. Atap rumah itu banyak yang masih bocor. Tidak layak huni sebenarnya.
Sayangnya, hingga saat dia berlaga di Finlandia, kehidupannya belum mendapat sentuhan perhatian khusus dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat. Padahal, diketahui, Zohri sudah berhasil meraih puluhan medali, mulai dari lokal nasional hingga internasional, termasuk di Jepang dan Singapura.
Sehari sebelum keberangkatan ke Finlandia, Sang Juara Dunia yang juga sudah tidak ada kedua orang tuanya itu, sempat meminta kepada kedua saudaranya agar diridhoi dan mendoakan saja.
“Kami sebagai keluarga mendoakan semoga Zohri jadi yang terbaik, sukses dan menjadi juara dunia,” ujar kakak kandung Zohri, Lalu Mahrif kepada wartawan.
Selama meraih kesuksesan di berbagai event tingkat daerah, provinsi hingga ke luar negeri, lanjut Mahrif, pemerintah masih menutup mata. Tidak memperhatikan kesuksesan Zohri yang sudah mengharumkan nama Provinsi NTB dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kalau pemerintah, belum pernah datang ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, pada bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah kemarin, keluarga itu sempat didatangi dua wartawan yang mewawancarai keluarga Zohri dan berharap Bupati setempat mendatangi dan melihat kondisi rumah sang juara itu. Dimana pada saat itu, Zohri sedang mengikuti kejuaraan di Jepang.
“Bupati diharapkan ke sini untuk melihat keadaan rumah tapi hanya cuma cerita saja,” cetusnya.
Kemudian Mahrif sangat berharap kepada pemerintah agar bisa disoroti keadaan hidup sang juara dunia itu yang hidupnya bersama ke dua orang saudara tanpa ke dua orang tua. “Semoga ke depan Zohri bisa lebih baik lagi dan pemerintah mau memperhatikan keadaan Zohri,” harapnya. (Sumber: Dian Bune Canaya/pis)
