Suasana di TKP, jalan raya wilayah Desa Pekat, Kecamatan Pekat, setelah diamankan pihak kepolisian. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Rimba Raya, 18 tahun, warga Dusun Pade Maju, Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, dihakimi massa di Jalan Lintas Calabai-Dompu, Desa Pekat, Senin (25/6/2018) sore. Selain Rimba, pamannya, Jasman juga dikeroyok warga.

Peristiwa tersebut dipicu peristiwa kecelakaan lalulintas yang terjadi pada sore itu. Rimba yang saat itu mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio GT warna hitam, sekitar pukul 16.45 Wita diduga menabrak seorang kakek, H. Amen Sahari, 70 tahun, di Jalan Lintas Calabai-Dompu.

H. Amin tertabrak ketika sedang menyeberang jalan dan hendak pulang ke rumah, setelah menunaikan ibadah Shalat Ashar di Masjid Nurul Hidayah. Sepeda motor yang ditunggangi Rimba melaju dari arah Desa Beringin Jaya menuju Desa Kadindi. Karena jarak antara motor dan korban H. Amin sangat dekat, pengendara (Rimba Raya) hilang kendali sehingga menabrak H. Amin.

Akibat kejadian tersebut, kakek itu mengalami luka sobek pada pelipis kanan dan luka sobek pada kaki kiri dan kanan. Sedangkan Rimba mengalami luka lecet pada lengan bagian kiri dan kanan, serta luka memar pada wajah akibat dihakimi massa di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tak lama kemudian, menurut pihak kepolisian, paman Rimba Raya, Jasman datang ke TKP dengan membawa sebilah parang dan berteriak. Hal itu amarah warga makin bertambah. Jasman juga dihakimi. Akibatnya, Jasman mengalami luka pada bagian lengan, wajah, kepala dan sempat tidak sadarkan diri.

Peristiwa tidak berlanjut, karena pihak kepolisian cepat turun ke TKP dan mengamankan. “Polisi sudah mengamankan pengendara sepeda motor dan barang bukti di Mapolsek Pekat,” jelas Kasubag Humas Polres Dompu IPTU Suhatta, SH, pada Lakeynews.com.

Suhatta menambahkan, H. Amin, Rimba Raya dan Jasman sempat dilarikan ke Puskesmas Calabai untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurutnya, pihak kepolisian akan melakukan penggalangan baik terhadap masyarakat Desa Pekat maupun keluarga Rimba. “Ini agar permasalahan tidak berlanjut,” tandasnya. (pis)