Dihantam Gelombang Besar dan Diduga Kelebihan Muatan

 

Beberapa korban perahu boat terbalik yang dirawat di Puskesmas Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Sabtu (16/6/2018). (ory/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sebuah perahu boat terbalik di perairan So Nae, Desa Kawinda, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Sabtu (16/7/2018). Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita itu, satu korban tewas dan beberapa korban dirawat di Puskesmas.

Kejadian tersebut ketika perahu boat milik Nain, warga Kore, Kecamatan Sanggar (Bima), mengangkut sekitar 30 penumpang yang hendak berwisata ke Pulau Satonda. Perahu tidak mampu dikendalikan ketika dihantam gelombang besar.

Baik korban meninggal maupun korban dirawat serta yang masih dalam pencarian, umumnya warga Desa Kawinda. Korban meninggal, Kamsiah, 36 tahun, warga Dusun So Nae.

Sedangkan korban yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, antara lain, Suharni, 24 tahun, (lemas); Adi Mulyadin, 30 tahun, (lemas dan sesak napas); dan Hani, 30 tahun (lemas). Ketiganya, warga Dusun So Nae. Satu korban lagi yang juga dirawat di Puskesmas, Dimas Alhafidz, 3 tahun, warga Dusun Kawinda (luka sobek pada telapak kaki kanan).

Salah seorang korban, Suharni, yang ditemui Lakeynews.com di Puskesmas Calabai, perahu yang ditumpanginya sempat terbalik sampai tiga kali.

Suharni dan sejumlah penumpang lain berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya dengan memanfaatkan box ikan dan gabus yang ada di sekitar perahu, sebelum datangnya perahu lain yang memberikan pertolongan.

“Kami sudah pasrah. Tiga kali perahu terbalik tapi kami terus berusaha agar bisa selamat dengan memegang box ikan. Kalau perahu yang ada di belakang kami telat, mungkin kami tidak dapat diselamatkan,” tuturnya.

Korban meninggal, Kamsiah, 36 tahun, warga Dusun So Nae, Desa Kawinda, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. (ory/lakeynews.com)

Kapolsek Tambora IPDA Sukarmi mengatakan kejadian tersebut, selain karena gelombang besar juga diduga karena kelebihan muatan.

“Akibat kejadian itu, sati orang meninggal dunia dan beberapa orang masih dalam perawatan medis. Sementara korban lainnya selamat. Dugaan sementara karena kelebihan muatan,” katanya didampingi Kanit Intel.

Menurutnya, perahu itu membawa sekitar 30 penumpang yang hendak berwisata ke Pulau Satonda. Akibat hantaman gelombang di tengah laut, antara Pulau Satonda dan Pantai So Nae, perahu terbalik.

Sekitar 10 menit setelah kapal boat itu terbalik, para korban dan penumpang lainnya ditolong dan dievakuasi oleh perahu penumpang lain yang menyusul dari belakang.

“Korban meninggal bukan di lokasi kejadian. Korban meninggal setelah berada di Puskeamas Calabai, akibat banyak meminum air laut,” jelas Kapolsek. (ory)