Korban pembacokan Irwansyah alias Iri tengah menjalani perawatan di RSUD Dompu, Minggu (16/6/2018) malam. (poris/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Malam Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah di Kabupaten Dompu pada Kamis (14/6/2018) lalu, ternoda. Irwansyah alias Iri, 19 tahun, pemuda Dusun O’o Barat, Desa O’o, Kecamatan Dompu, dibacok orang tidak dikenal di pertigaan (cabang) dekat Kodim 1614/Dompu, sekitar pukul 21.15 Wita. Kuat dugaan, Iri adalah korban salah sasaran.

Akibat pembacokan tersebut, Iri mengalami luka yang cukup serius di bagian mulut. Beberapa gigi bagian depan rontok dan lidahnya dijahit beberapa kali. Kini, Iri sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Dompu.

Pantauan Lakeynews.com di rumah sakit, korban belum bisa makan atau minum. Juga belum bisa diajak bicara.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kejadian itu berawal ketika korban mengantar temannya berinisial SF yang ingin ketemuan dengan pacarnya di pertigaan dekat Kodim 1614/Dompu. Sebelumnya, SF sempat SMS-san dengan pacarnya dan janjian bertemu di tempat itu.

Informasi lain datang dari salah satu kerabat korban, Ilham. “Yang saya dengar, yang SMS-an janjian dengan SF (disebutkan nama lengkap, red) itu bukan pacar SF. Tapi, orang lain yang ‘menyita’ HP perempuan itu,” kata Ilham yang mengaku mengetahui info itu dari seseorang. Tapi siapa penyita HP dimaksud, Ilham tidak menjelaskannya.

Parahnya, korban yang saat itu sedang bersama SF, justru menjadi korban pembacokan orang tak dikenal itu. “Mungkin sasaran pelaku bukan korban, tapi SF,” kata pria itu.

Orang tua dan keluarga korban yang mendengar peristiwa tersebut, mengaku kaget bukan kepalang. “Coba kalau dia tidak ikut SF, mungkin anak saya tidak seperti ini,” kata ibunda korban, Siti Aisah pada Lakeynews.com, saat menemani putranya di rumah sakit.

Aisah menginginkan anaknya kembali utuh seperti biasanya. “Tidak cukup dengan uang bahkan yang bernilai ratusan juta rupiah. Bagaimana anak saya bisa kembali normal,” tegasnya.

Dia sangat berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya, sesuai Undang-undang yang berlaku. “Maunya saya pelaku cepat ditangkap dan dihukum seadil-adilnya,” ujarnya.

Kabarnya, sejumlah keluarga korban tengah diam-diam melacak dan mencari pelaku. Sayangnya, hingga berita ini dipublish, pihak kepolisian belum dapat dikonfirmasi. (pis)