
DOMPU, Lakeynews.com – Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017, Pemda Dompu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah mengeluarkan bantuan hibah berupa empat unit mobil jenis Haice kepada empat desa di empat kecamatan.
Informasi yang diperoleh Lakeynews.com, per unit mobil harganya Rp. 500 juta. Keempat desa penerima manfaat dimaksud, Desa Calabai, Kecamatan Pekat; Desa Taropo, Kecamatan Kilo; Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa; dan, Desa Kareke, Kecamatan Dompu.
Menurut aturan, dalam pemberian hibah tidak boleh ditarik uang kepada penerima manfaat. Tapi faktanya, dalam pemberian empat mobil hibah di Dompu m, yakni kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), diduga terjadi pungutan (penarikan) dana puluhan juta rupiah.
Parahnya lagi, sampai saat ini memasuki pertengahan Juni 2018 ini mobil hibah tersebut belum sampai ke tangan penerima manfaat.
Salah satu bendahara BUMDes dari Desa Kareke Akmal M. Hasan, yang ditemui oleh Lakeynews.com di rumahnya, Jumat (8/6/2018) pagi lalu membenarkan adanya transaksi pembayaran administrasi dengan bendahara Dishub di rumah Ketua Bumdes Kareke Drs. M. Tasrif, 29 Desember 2017.
“Benar, memang ada untuk administrasinya Rp. 22 juta. Saya yang menyerahkan itu kepada bendahara Dinas Perhubungan di rumah ketua Bumdes saya pada hari Jumat,” jelas Akmal.
Menurut Akmal, pembayaran administrasi tersebut berdasarkan instruksi ketua BumDes. “Informasi dari ketua Bumdes saya, dia terima informasi dari Dinas Perhubungan memang ada untuk administrasi,” katanya.
Anehnya, Kepala Dishub Dompu Ir. Syarifudin justru mengaku tidak tau tentang adanya transaksi dan penarikan uang Rp. 22 juta tersebut. Namun, dalam berita acara tertera nama dan tanda tangan Syarifudin serta stempel Dishub.
“Saya sebagai Kepala Dinas saja tidak tahu hal itu. Mungkin staf saya,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada jauh hari sebelumnya, Kamis (31/5/2018) siang. Namun demikian, Syarifudin membenarkan empat desa di atas sebagai penerima hibah mobil transportasi darat itu.
Sementara itu, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin maupun Sekda H. Agus Bukhari, SH, M.Si, hingga berita ini dipublish belum berhasil diperoleh konfirmasinya.
Khusus Sekda, sudah sekitar tiga kali dilakukan upaya konfirmasi. Kali ketiga, media ini bersama beberapa media lain mendatangi pemda, Kamis (7/6/2018) siang. Saat itu, seorang pria diketahui bernama Sarujin yang disebut-sebut sebagai ajudan Sekda melontarkan pertanyaan dengan nada tinggi dan sinis. “Dari mana, mau konfirmasi berita apa,” tanya Sarujin kepada beberapa wartawan di ruang kerjanya.
Setelah memberitahukan asal media dan tujuan kedatangan, wartawan-wartawan itu kemudian antre lebih kurang 30 menit. Tamu pun keluar dari ruangan Sekda. Tidak lama kemudian, terdengar suara bel dan Sarujin masuk ke ruangan Sekda.
Begitu keluar dari ruangan Sekda, Surujin menyampaikan informasi yang mengagetkan kepada wartawan dan dirasa tidak masuk akal. “Pak Sekda sedang tidur,” kata Sarujin. (pis)
