Kondisi lapangan pacuan kuda Sambinae, Kota Bima, masih kurang memadai. (ist/lakeynews.com)

Kota Bima, Lakeynews.com – Kejuaraan Pacuan Kuda dalam rangka HUT Kota Bima ke-16 Pordasi Cup dihelat di arena Pacuan Kuda Sambinae, mulai Minggu (6/5/2018).

Pacuan kuda merupakan sebuah tradisi unik turun menurun yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat yang tinggal di Pulau Sumbawa, termasuk di Kota Bima. Yang menarik dari pacuan kuda ini tidak menggunakan joki dewasa. Di sini, joki yang digunakan adalah joki anak-anak yang berumur sekitar 6-12 tahun, dan dikenal dengan sebutan Joki Cilik.

Menurut panitia, kejuaraan ini diikuti 450 ekor kuda pacu se-Pulau Sumbawa. Antusias pemilik kuda begitu luar biasa dalam kegiatan yang akan memperebutkan total hadiah Rp 500 juta. Pacuan kuda adalah sebuah tradisi yang telah diturunkan dari beberapa generasi dan terus dilestarikan.

Menariknya, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTB Nomor Urut 2, H. Mori Hanafi, ikut hadir dan menyaksikan acara pembukaan dan perlombaan di hari perdana ini.

Cawagub NTB H. Mori Hanafi pose bersama para Joki Cilik di kawasan pacuan kuda Sambinae, Kota Bima. (ist/lakeynews.com)

Saat itu, Mori sempat melihat kondisi lapangan pacuan kuda yang kurang memadai. Karena itu, dia siap membantu membangun lintasan pacuan kuda yang lebih layak dan kontur tanah yang lebih padat, sehingga nantinya laju kuda bisa menjadi lebih kencang.

Selain masalah arena pacuan kuda, Mori juga konsen terhadap pendidikan para Joki Cilik, sehingga ke depannya pemberian beasiswa terhadap Joki-joki Cilik berprestasi dapat dijadikan salah satu programnya bersama Calon Gubernur TGH. Ahyar Abduh (Ahyar-Mori).

“Pacuan kuda ini merupakan budaya yang harus dilestarikan. Ini ajang silaturrahmi, persahabatan dan sportivitas. Dimana setelah perlombaan tidak ada dendam sama sekali antarpetarung. Jadi, disini sportivitas sangat dijunjung tinggi sesuai dengan filosofi budaya pacuan kuda,” ungkap Mori wartawan di arena pacuan kuda. (tim)