
DOMPU, Lakeynews.com – Owner Tri Utami Jaya, Produsen Jamu SaSaMboDom NTB, Nasrin H. Muhtar bertekad agar tanah kelahirannya, yakni Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu menjadi perhatian dunia. “Insya Allah, dengan kelor dunia menyapa Kilo,” kata Nasrin pada sejumlah kesempatan.
Bagaimana misi besar itu bisa diwujudkannya?
Diketahui, saat ini Nasrin dengan pendampingan Yayasan Rai Aina Ngantu (RAN) Foundation, tengah mengembangkan budidaya kelor yang dipusatkan di Kilo. Ditambah dengan sebagian wilayah Kecamatan Pekat dan Manggelewa.
Sedangkan RAN Foundation yang dinakhodai Muhammad Ruslan, ST alias Dae Olan merupakan lembaga yang salah satu bidang garapan seriusnya terkait pemberdayaan serta pengembangan sumber daya dan nilai-nilai kearifan lokal. Di antara sederet sumber daya lokal tersebut adalah Kelor (parongge; Dompu-Bima, red).
Menurut Nasrin, selama ini, masyarakat luas baru mengetahui bahwa kelor itu hanya untuk sayur, baik daun maupun buahnya (yang muda). “Tapi sekarang, daun kelor kita olah menjadi teh. Yakni Teh Ajaib Moringa SaSaMboDom, Teh Parongge Kilo,” jelas Koordinator Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Wilayah NTB, NTT dan Bali itu.
Selain “disulap” jadi teh, daun kelor juga dibuat menjadi sabun dan masker wajah. “Dulu, siapa yang menyangka dan pernah memikirkan daun kelor bisa menjadi teh, apalagi jadi sabun maupun masker,” sambung yang di komunitas TDA akrab disapa Paduka itu.
Nasrin yang di kalangan pengusaha jamu dipanggil Doktor Jamu itu, optimis ke depan Kilo akan menyita perhatian dunia. Embrio dan indikator itu bahkan sudah terlihat. Sejumlah pengusaha dan produsen jamu, sudah membangun komunikasi dengannya.
Beberapa diantaranya, mulai menjurus pada komitmen dan kesepahaman. Ada dari Jepang, juga ada dari Korea.
“Selama ini, Kilo dikenal sebagai daerah ‘buangan’ atau ‘hukuman’ bagi PNS (pegawai negeri sipil). Tapi sekarang, Kilo sudah menjadi surga bagi siapapun. Orang luar negeri pun, suatu saat nanti tidak akan segan-segan datang langsung ke Kilo,” tegas Nasrin yang sudah hampir 30 tahun menjadi produsen jamu. (tim)

Hasil tidak akan pernah menghianati usaha dan upaya yang sudah dilakukan. Sudah saatnya Paduka Nasrin diberi gelar Profesor juga karena telah menciptakan minuman kesehatan khas Dompu (Marumi Maniki) yang berasal dari campuran berbagai rempah rempah yang ada di sekitar kita. Minuman tsb semacam “SERBAT” kalo di Lombok.
Sy siap bergabung menjadi anggota komunitas petani kelor.