Pilkada NTB 2018

Foto bersama pihak KPU NTB dengan perwakilan parpol usai pleno penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wagub NTB 2018. (Ist/Lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB menetapkan empat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Periode 2018-2023 yang akan mengikuti pesta demokrasi 27 Juni mendatang.

Tiga dari empat pasangan calon itu, menggunakan jalur parpol; H. Suhaili FT – H. Muh. Amin (Suhaili-Amin), TGH. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi (Ahyar-Mori/AMAN) dan H. Zulkieflimansyah – Hj. Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi). Sedangkan satu paslon lagi melalui jalur perseorangan (independen), H. Moch Ali Bin Dachlan – TGH. Gede Sakti Amir Murni (Ali-Sakti).

Penetapan pasangan calon peserta Pilkada yang akan dihelat 27 Juni mendatang itu dilakukan melalui pleno terbuka Komisioner KPU NTB. Pleno terbuka di KPU NTB, Senin (12/2/2018) itu dihadiri pihak Bawaslu, empat pasangan calon dan partai politik pengusung.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori menyampaikan, penetapan pasangan calon Gubernur/Wagub ini merupakan tahapan pamungkas dari seluruh tahapan pencalonan. Mulai dari tahap pendaftaran, khusus yang menggunakan jalur partai politik tanggal 8-10 Januari.

Kemudian, menyerahkan persyaratan tanggal 12-25 Desember 2017 terhadap jalur perseorangan, ada proses penelitian atau verifikasi berkas sampai masa perbaikan. Sehingga disimpulkan pasangan independen Ali-Sakti, lolos sebagai calon dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai Undang-undang yang berlaku.

“Ali-Sakti memenuhi syarat 325.968. Untuk Ali BD sudah menyerahkan surat cuti kampanye. Sehingga tidak ada persoalan,” ungkap Aksar.

Dia menjelaskan, terhadap pasangan Ali-Sakti, dukungan dari hasil perbaikan pasangan ini mencapai 325.968 dukungan. Jumlah ini melebihi syarat dukungan calon perseorangan, yang semestinya hanya 303.331 dukungan. Kelebihannya 22.637 dukungan.

“Pasangan ini juga mendapat dukungan sampai 10 kabupaten/kota di NTB. Dari sisi syarat sudah terpenuhi atau setara dengan syarat dukungan Cagub dan Cawagub yang menggunakan parpol, yakni 65 kursi di DPRD Provinsi NTB,” kata Aksar.

 

Aksar kemudian menjelaskan tiga paslon yang diusung parpol. Suhaili-Amin diusung tuga parpol, Golkar dengan perolehan 11 kursi di DPRD NTB, Nasdem tiga kursi dan PKB lima kursi. “Surat cuti kampanye kedua calon sudah tidak ada masalah,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pasangan Ahyar-Mori meraih total dukungan 32 kursi di DPRD NTB dengan tujuh parpol pengusung; Gerindra, PPP, PAN, PDIP, Hanura, PBB dan PKPI. “Terkait surat cuti kampanye, baik Ahyar maupun Mori sudah tidak ada masalah. Lampiran sudah diserahkan, aslinya masih proses di Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Sedangkan pasangan Zul-Rohmi dengan 14 kursi diusung Partai Demokrat dan PKS. SK pemberhentian Zulkifliemansyah sebagai anggota DPR RI masih proses, namun sudah disampaikan ke KPU.

Dengan demikian, keempat paket tersebut sudah resmi menjadi pasangan calon, sesuai Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. “Keempat pasangan calon tersebut berhak melaksanakan kampanye sejak 15 Februari sampai 23 Juni 2018,” tandas Aksar. (rif)