Deretan rumah warga Madaparama di sebelah selatan jalan aktif jadi langganan banjir yang terjadi setiap hujan turun agak lebat. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Beberapa tahun terakhir, Desa Madaparama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, menjadi langganan banjir. Setiap hujan turun agak besar, desa itu kerap terendam air yang ketinggiannya kadang mencapai 1,5 – 2 meter.

Air yang merendam desa tersebut, umumnya bersumber dari Gunung Tekasire. “Yang selalu menjadi sasaran rendaman, selain rumah-rumah (pemukiman) penduduk, juga kuburan terendam,” beber Kepala Desa Madaparama Suradin, S.Pd, pada Lakeynews.com, Minggu (26/11/2017) petang.

Bukan itu saja. Jalan negara di desa itupun tidak luput dari banjir. Para pengguna jalan banyak yang terpaksa mendorong motornya yang mogok karena kemasukan air. Disamping itu, tidak sedikit yang tergelincir dan jatuh.

Hal tersebut, menurut Suradin yang diperkuat hasil pengamatan media ini di lapangan, disebabkan dua hal pokok. Pertama, karena di sebelah selatan Jalan Negara yang melewati Desa Madaparama tidak memiliki drainase.

Kades Madaparama Suradin, S.Pd, menunjuk salah satu titik drainase di sebelah utara jalan negara yang rusak dan tertutup. (zar/lakeynews.com)

Kedua, di sebelah utara jalan, meski sudah ada drainase namun sudah rusak dan tertutup. “Drainase ini sudah berumur lebih dari 20 tahun. Sampai sekarang tidak pernah diperbaiki,” kata Suradin yang dibenarkan beberapa warga lainnya.

Khusus drainase sebelah utara jalan, tampak rusak parah dan tertutup yang umumnya oleh batu, pasir dan tanah. Kondisi itu terlihat dari ujung barat hingga ujung timur desa tersebut.

Jika di sebelah selatan jalan dibuatkan drainase, kemudian drainase sebelah utara jalan diperbaiki dan dibersihkan hingga berfungsi normal, Suradin optimis, banjir yang sudah menjadi langganan desanya bisa diminimalisir.

Jalan negara di Madaparama ini tidak luput dari banjir karena air tidak bisa lagi mengalir di kiri-kanan jalan. (ist/lakeynews.com)

Kira-kira berapa panjang drainase pada kiri-kanan jalan yang dibutuhkan?

“Panjang drainase (kiri-kanan) yang dibutuhkan lebih kurang satu kilometer dari ujung barat hingga ujung timur Madaparama,” jawab Suradin.

Terkait masalah klasik yang selalu menimpa desanya itu, Suradin sangat berharap kepada pemerintah agar memberikan perhatian dan penanganan serius. Sentuhan perhatian yang dibutuhkan Madaparama dimaksud, dari Pemkab Dompu, Pemprov NTB, hingga Pemerintah Pusat.

“Sebab, jika pemerintah tidak memperhatikan dengan lekas mengatasi kondisi dan persoalan ini, maka kami kuatir dua tiga tahun ke depan Madaparama akan tenggelam,” tandas Suradin yang masih menyandang Kades termuda di Kabupaten Dompu ini. (zar)