Anggota DPD/MPR RI Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi alias BDRG (kanan) saat mengunjungi Sentra Kerajinan Tenun Bima di Kelurahan Penaraga, Kota Bima, Sabtu (4/11/2017) pagi. (sarwon/lakeynews.com)

KOTA BIMA, Lakeynews.com – Salah satu Anggota DPD/MPR RI asal Provinsi NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, berkesempatan mengunjungi Sentra Kerajinan Tenun di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu (4/11/2017) pagi.

Dalam kunjungannya di setra kerajinan tenun, anggota Komite II DPD itu melihat langsung berbagai produk yang dihasilkan sentra kerajinan tenun tersebut.

 

Wanita ayu yang akrab disapa Baiq Diyah atau BDRG itu tampak begitu apresiasi dan kagum dengan hasil karya-karya wanita Kota Bima itu. Bahkan dia tidak ragu-ragu melontarkan pujiannya.

“Luar biasa. Tenun Bima saat ini sangat diminati, karena punya khas tersendiri dan motifnya bagus,” ujar BDRG disela-sela kunjungannya ke sentra kerajinan tenun tersebut.

Pengakuan senada juga dilontarkan BDRG dalam pertemuan dan silaturrahmi dengan sejumlah wartawan dan beberapa stake holder dari Kota/Kabupaten Bima (termasuk LPA Kota Bima) di RM Depot Semarang, Amahami, Kota Bima, Sabtu siang.

 

Usai silaturrahmi Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi pose bersama sejumlah wartawan dan beberapa stake holder di RM Depot Semarang, Amahami, Kota Bima. (sarwon/lakeynews.com)

Kendati memuji, BDRG menilai masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian sirius, terutama kualitas dan lainnya. “Kualitasnya masih perlu diperhatikan dan ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Pada sisi lain, BDRG juga mengusulkan dan menyarankan agar di Bima perlu ada rumah makan yang memamerkan makanan khas Bima. “Itu perlu,” tandasnya.

Diketahui, BDRG kali ini datang ke Kota Bima untuk menghadiri Pagelaran Seni Budaya Tradisional Bima dalam Rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara yang akan berlangsung Sabtu malam nanti pukul 19.30 Wita di Lapangan Serasuba Kota Bima itu diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan Pemkot Bima.

Sesuai undangan yang beredar, beberapa atraksi akan ditampilkan nanti malam. Yakni Pagelaran Seni Budaya Ntumbu Wawo (atraksi adu kepala), Tampilan Sanggar Seni Asi Mbojo, Tampilan Paju Monca, Tampilan Marawis dan Tampilan Sanggar Wadu Nocu. (zar)