Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Dompu Abdul Syahid, SH, menerima laporan dari salah sayu pejabat terlait. (zar/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sebagai lanjutan program inovasinya dalam membumikan keterbukaan informasi publik sampai tingkat desa, Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB menggelar Festival Desa Benderang Informasi Publik (DBiP). Kegiatan berskala nasional yang akan diikuti sekitar 5000-an desa perwakilan kabupaten se-Indonesia itu, dijadualkan berlangsung di Kota Matatam bulan depan, 28-29 November 2017.

Pada festival tersebut, tiap kabupaten mengutus dua desa. Kabupaten Dompu diwakili Desa Matua, Kecamatan Woja dan Desa Kadindi, Kecamatan Pekat.

“Perwakilan kita (Dompu) mempersiapkan dua budaya khas yang akan ditampilkan nanti. Yaitu musik tradisional Biola dari Desa Matua dan Patu Cambe (pantun berbalas, red) dari Desa Kadindi,” kata Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dompu Abdul Syahid, SH, pada Lakeynews.com di ruang kerjanya, Jumat (27/10/2017).

Diutus Desa Matua dan Kadindi sebagai utusan Dompu, lanjutnya karena kedua desa tersebut dinilai lebih siap dan lebih memenuhi persyaratan. “Kadindi lebih awal memiliki website,” jelas pria yang kini definitif sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Dompu itu.

Ketua KI NTB Ajeng Rosalinda Motimori dan Sekda Dompu H. Agus Bukhari saat Rakor persiapan Festival DBiP di ruang rapat Sekda. (ist/lakeynews.com)

“Matua juga demikian. Bahkan kepala desanya lebih antusias untuk mengikuti. Apalagi Sekdesnya lebih lincah dan menguasai dari sisi teknologi informasi,” sambung mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu tersebut.

Memperkuat keterangan Syahid, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Dompu Nasran, S. Sos, menegaskan Desa Matua dan Kadindi dianggap lebih memenuhi syarat.

“Misalnya mempunyai website, punya inovasi-inovasi dalam menyebarluaskan informasi ke publik. Seperti, papan informasi di desa, baliho-baliho, pengumuman dilakukan staf desa dan sebagainya,” cetus Nasran yang saat itu mendampingi Syahid.

Sementara itu, untuk mematangkan persiapan Festival DBiP tersebut, papar Syahid, sehari sebelumnya, Kamis (26/10/2017) dilakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan lima orang Komisioner KI NTB yang diketuai Ajeng Rosalinda Motimori.

“Pertemuan dan Rakor persiapan berlangsung di ruang rapat Sekda Dompu H. Agus Bukhari,” papar Syahid.  (zar)