Kasat Lantas Polres Dompu IPTU G. Sukarta, ditemui Lakeynews.com di Lapangan Karijawa, Rabu (16/8/2017) pagi.

DOMPU, Lakeynews.com – Kelancaran, kenyamanan dan keamanan upacara Peringatan HUT ke 72 RI, salah satunya sangat dipengaruhi oleh arus dan pengaturan jalur lalulintas di sekitar lokasi pelaksanaan upacara 17 Agustus 2017.

Untuk tingkat Kabupaten Dompu misalnya, pihak kepolisian telah merencanakan dan mempersiapkan rekayasa lalulintas. “Kita pakai sistem buka-tutup, terutama saat berlangsungnya Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan (pagi hari) maupun ketika Upacara Penurunan Bendera (sore),” kata Kasat Lantas Polres Dompu IPTU G. Sukarta.

Hal tersebut dikemukakan Sukarta pada Lakeynews.com menjelang gladi bersih Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Karijawa, Rabu (16/8/2017). Saat itu, Sukarta bersama Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu Ardiansyah, SE alias Simpe Dian.

Sebagaimana dilansir Lakeynews.com sebelumnya, tempat Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan tingkat Kabupaten Dompu 2017 dilaksanakan di Lapangan Karijawa, Kecamatan Dompu.

Selama ini (tiap tahun), biasanya dilaksanakan di Lapangan Beringin, komplek Kantor Bupati Dompu. Pindahnya lokasi upacara 17 Agustus itu, karena di sekitar Lapangan Beringin sedang berlangsung pembangunan gedung baru berlantai tiga untuk kantor pemda.

Menurut Kasat Lantas, sistem buka tutup akan dilakukan di dua titik. Dari arah timur di Cabang Rinjani (samping Masjid Raya Dompu) dan dari arah barat di traffic ligh Karijajawa. Di dua titik itu, dilakukan pengalihan jalur ketika jalan ditutup sementara.

“Lokasi sekitar lapangan upacara akan disterilkan. Semua gang dari dan ke lapangan steril. Tidak ada kendaraan yang bisa parkir di sana,” tegas Sukarta.

Lalu bagaimana dan di mana tempat parkir kendaraan para peserta upacara atau undangan?

“Semua kendaraan parkir di jalan raya. Akan dipakai setengah bahu jalan. Peserta atau undangan menuju lapangan upacara dengan berjalan kaki,” jawab Sukarta.

Yang tidak kalah pentingnya, Sukarta mengingatkan kepada para peserta upacara maupun undangan. “Jam delapan pagi sudah mulai persiapan upacara. Jam sekian sudah tidak ada lagi yang boleh masuk,” tegasnya.

Hak itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan berbagai pihak melalui Bhabin, RT, RW, Kelurahan dan lainnya. (won)