DARI KIRI: H. Furkan mewakili Ketua Yapis Dompu Arman H. Anwar, SE., MM, Tim Asesor LAMDIK Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum, dan Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widiastuti, S.Pd., M.Pd, serta Ketua STKIP Yapis Dompu Dr. Dodo Kurniawan. (ist/lakeynews)

DOMPU – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu meraih akreditasi dengan predikat Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Sebelumnya, empat Prodi lain di perguruan tinggi itu telah memperoleh predikat serupa. Yakni Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

Predikat Baik Sekali bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris diraih setelah Tim Asesor LAMDIK melaksanakan asesmen lapangan pada 6-9 Juli 2026. Asesor dimaksud, Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum, dari Universitas Negeri Makassar, dan Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widiastuti, S.Pd., M.Pd, dari Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Hasil asesmennya ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Umum LAMDIK Nomor: 1557/SK/LAMDIK/AK/S/VII/2026.

Ketua STKIP Yapis Dompu, Dr. Dodo Kurniawan, mengatakan perolehan predikat Baik Sekali pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan bukti komitmen dan konsistensi seluruh sivitas akademika. Mulai dari pimpinan, Kaprodi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni dalam menjaga kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Hal itu diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yapis Dompu, Arman H. Anwar, SE., MM., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya program studi yang meraih akreditasi Baik Sekali. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja keras pimpinan STKIP bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh unsur di STKIP Yapis Dompu,” tandasnys.

Pihak Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu, Sivitas Akademika STKIP Yapis Dompu pose bersama Tim Asesor LAMDIK pada momen kegiatan asesmen, Juli 2026. (ist/lakeynews)

Meski demikian, lanjut Arman, tidak boleh cepat berpuas diri. Justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa agar kelak menjadi lulusan yang mandiri dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah serta masyarakat.

Arman menegaskan, Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Dompu akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan STKIP Yapis Dompu agar menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Yayasan berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan STKIP Yapis Dompu, baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, maupun penguatan sarana dan prasarana pendidikan. “Kami ingin seluruh program studi terus berkembang dan meningkatkan mutu akademiknya,” ujarnya.

Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap STKIP Yapis Dompu terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pencetak sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas, papar Arman, kampus ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Dompu dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Capaian akreditasi Baik Sekali ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperluas kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ayi)