
DOMPU – Banjir bandang yang menerpa tiga kecamatan di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (7/1/2026) sore lalu, telah berdampak luas.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akibat bencana alam di Kecamatan Hu’u, Kilo, dan Pajo tersebut, 270 rumah warga, 1.233 hektare (Ha) lahan pertanian padi dan jagung, serta sejumlah fasilitas umum terdampak.
Diketahui, banjir terjadi akibat hujan lebat disertai kilat-petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berlangsung lebih kurang dua jam, dari sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.
Dampak
Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Dompu Yani Hartono, mengungkapkan rincian data sementara akibat banjir tersebut. Di Kecamatan Hu’u, warga yang paling banyak terdampak di Desa Rasabou dan Cempi Jaya, berikut Desa Daha.
Di Desa Rasabou sebanyak 31 KK (kepala keluarga) terendam air setinggi 30-80 centimeter (Cm), dan dua rumah rusak sedang (temboknya roboh).
Sedangkan di Desa Cempi jaya, terdata 78 rumah yang terendam (52 rumah di Dusun Konca dan 27 rumah di Dusun Sigi), dengan tiga rumah rusak sedang dan satu pagar kuburan di Dusun Konca, juga roboh.
“Di Dusun Konca juga ada satu mayat yang baru dikubur 25 hari ikut terseret banjir. Dan, sudah dikuburkan kembali,” papar Yani.
Sementara di Desa Daha, khususnya di Dusun Sandang Pangan, terdata 5 KK terdampak dan satu kios jebol (rusak sedang).
“Total 370 rumah warga terdampak di Kecamatan Hu’u, dengan enam rusak sedang,” urai Yani yang definitif sebagai Kadis Kominfo Kabupaten Dompu ini.
Terkait lahan pertanian yang terdampak (terendam air), Yani menyebut terjadi di enam desa. Yakni Desa Adu seluas 183 Ha, Desa Jala 50 Ha, Desa Daha 200 Ha, Desa Sawe 150 Ha, Desa Cempi Jaya 300 Ha, dan Desa Rasabou 350 Ha.
“Secara keseluruhan, jumlah lahan pertanian yang terendam air di Kecamatan Hu’u, 1.233 hektare,” sambung Yani.
Berikutnya Kecamatan Kilo. Di wilayah ini, terdata tiga desa yang terdampak. Desa Lasi sebanyak 100 KK, Desa Kramat sebanyak 50 KK, dan dan Desa Mbuju 50 KK.
Sedangkan di Kecamatan Pajo, terdata Pondok Pesantren Al-Ihwan Desa Lepadi yang terendam.

Upaya Penanganan
Upaya penanganan pascabanjir yang dilakukan Tim BPBD, selain pelaporan dan penyebaran informasi, juga melakukan assesment dampak bencana ke lokasi, dan berkoordinasi dengan aparatur pemerintah di kecamatan dan desa.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Pemukiman dan Dinas PUPR Kabupaten Dompu untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur dan perumahan masyarakat supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” jelas Yani.
Disamping itu, berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan terkait lahan pertanian yang terendam banjir dan mengantisipasi dampak yang lebih luas. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas lokasi terjadinya banjir untuk penanganan kesehatan pascabanjir.
“Dalam penanganan ini, terlibat TRC-PB BPBD, unsur TNI dan Polri, serta aparatur desa/kelurahan dan kecamatan,” sebut Yani.
BPBD juga mengingatkan warga tentang potensi bencana yang kemungkinan kembali terjadi pada peralihan musim. “Masyarakat Dompu perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” imbuhnya.
Lebih jauh dikemukakan Yani, yang mendesak dibutuhkan warga terdampak saat ini, pembersihan sisa-sisa sampah dan lumpur yang terbawa air banjir, bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta perbaikan infrastruktur yang rusak. (ayi)

3 thoughts on “Data Sementara, 370 Rumah dan 1.233 Ha Pertanian Dompu Terdampak Banjir Bandang”