Kadis PUPR Kabupaten Dompu Aris Ansary. (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu mengagendakan turun ke lokasi tanggul jebol di Dusun Ragi, Desa Mbawi Kecamatan Dompu yang dihantam banjir pada Senin (20/1/2025) lalu.

“Insya Allah besok, kami Tim PU mengajak teman-teman BPBD untuk observasi kondisi tanggul yang jebol itu. Kita akan mendata kerusakan sebagai bahan perencanaan penanganan kedepan,” kata Kadis PUPR Aris Ansary pada Lakeynews.com, Selasa (28/1/2025) malam.

Berita sebelumnya:

Ketua DPRD Dompu Murka; Tanggul Mbawi Jebol, Petani Merugi, Pemda Kok Tenang!

BPBD Dompu Upayakan Penanganan Darurat Tanggul Jebol di Mbawi

Petani Padi Mbawi Terancam Gagal Tanam maupun Panen

Sebelumnya, Plt Kalak BPBD Yani Hartono mengatakan, untuk penanganan secara darurat tanggul jebol itu, perlu diangkat sedimen dan menambah tinggi dan memperlebar tanggul, sehingga air tidak meluber. Untuk pekerjaan itu dibutuhkan dukungan alat berat yang memadai.

Sedakan Ketua DPRD Muttakun memberikan reaksi keras, karena belum melihat ada action dari Pemda melalui OPD terkait untuk menangani masalah tanggul yang sudah lebih dari seminggu jebol.

Ketua dewan meminta Dinas PUPR dan BPBD untuk koordinasi dan bersinergi dalam penanganan drainase yang jebol. Gunakan seluruh sumber daya yang ada, termasuk kerahkan alat berat Exavator ke lokasi untuk menanganinya.

Bagaimana tanggapan Kadis PUPR atas pernyataan dan harapan Kalak BPBD serta ketua DPRD tersebut?

“Untuk mengetahui lebih jelas, makanya Insya Allah besok kami turun observasi ke lokasi,” jawab Aris Ansary.

Yang jelas, lanjutnya, secara teknis, jika ditangani darurat mungkin pihak BPBD bisa mengambil tindakan darurat, dibantu teknisnya oleh PUPR. “Karena PU tidak memiliki anggaran siap sedia untuk penanganan darurat seperti ini,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Aris, nanti hasilnya akan sulit untuk bisa maksimal karena proses pengerjaannya dibayang-bayangi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir kembali.

“Namun, jika nanti ada dukungan anggaran, PUPR akan memasukkan penanganan kegiatan ini di program reguler agar bisa menanganinya secara maksimal,” janjinya.

 

Telah Dilaporkan ke Sekda, Banjir Kiriman Gunung

Terkait kerusakan tanggul di Dusun Ragi, Mbawi, sebelumnya Aris telah melaporkannya kepada Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra.

Aris mengaku belum tahu persis lokasinya. Tapi jika lokasi dimaksud adalah saluran pembuang hilir (sungai) Laju di Mbawi, lokasi ini memang langganan banjir.

“Sudah seringkali kita tangani saluran yang jebol tersebut tapi volume banjir sangat besar menerjang saluran ini,” lapor Magister Teknik ini.

Dijelaskan banjir tersebut, urai Aris, berasal dari (kiriman banjir) gunung sebelah selatan jalan yang masuk ke saluran pembuang Daerah Irigasi (DI) Laju. Kemudian melewati saluran yang semakin mengecil ke arah hilir.

Dinding saluran tidak mampu menahan daya tekan banjir yang sangat besar, sehingga menjebol dinding saluran dan meluap ke arah persawahan, membawa sedimen dan sampah.

Untuk saat ini, jelasnya, dinding saluran yang jebol tersebut secara teknis belum memungkinkan untuk diperbaiki kembali. Karena cuaca ekstrem dan banjir diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir Februari depan. (tim)