
DOMPU – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu angkat bicara menanggapi kondisi SMPN 1 Dompu yang dililit seabrek masalah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Dikpora Muhammad Ihsan mengakui, masalah-masalah di sekolah itu merupakan kondisi riil dan fakta yang tidak terbantahkan.
Melihat kondisi fisik dan lingkungan sekolah itu, menurutnya, memang butuh kerja ekstra untuk memperbaiki, menata dan mengelolanya. “Apalagi SMPN 1 Dompu sebagai ikon pendidikan menengah pertama di Kabupaten Dompu,” kata Ihsan pada Lakeynews, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, tidak hanya fisik yang perlu diperbaiki. Manajemen dan kekompakan warga sekolah; pendidik/guru dan tenaga kependidikan, juga harus dibangunkan dari tidur nyenyaknya yang terlalu lama.
“Harus dibangunkan, sehingga rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap SMPN 1 Dompu tumbuh kembali dan harus terus terawat,” tegas Ihsan, seraya mengucapkan selamat kepada Edy Suryansah yang baru dikukuhkan sebagai kepala SMPN 1 Dompu.

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, kondisi SMPN 1 Dompu saat ini sungguh memprihatinkan, memilukan, dan memalukan. Dililit seabrek masalah. Sampah menggunung, semak belukar tumbuh subur. Malam gelap, seram, ibarat rumah hantu.
Instalasi listrik, air, dan WC banyak tak berfungsi. Pintu-jendela banyak rusak, dan tak berkaca. Padahal, sekolah itu diapit oleh pusat pemerintahan daerah, Pendopo Bupati, Pendopo Wakil Bupati, dan Dinas Dikpora.
Pimpinan “baru” SMPN 1 Dompu Edy Suryansah pun pusing tujuh keliling, ketika langsung berhadapan dengan beragam “masalah warisan” itu. Menurutnya, jangankan manusia, kucingpun malu melihatnya. Namun, dia bertekad mengurai dan menangani satu persatu hingga semuanya tuntas.
Baca juga: SMPN 1 Dompu, Wajahmu Kini; Segudang Prestasi, Seabrek Masalah
Diakui Plt Sekdis Dikpora, persoalan yang sangat serius adalah kebersihan lingkungan sekolah. Apabila selama ini ada perhatian dan kerja sama dari warga sekolah, tentu pemandangan itu tidak akan terlihat dan menjadi sorotan seperti saat ini.
“Hal seperti ini bukanlah kepala sekolah semata yang harus menyelesaikannya. Masih banyak hal-hal besar (lain) yang menjadi agenda dan target Kepala Sekolah untuk kedepannya,” tandas Ihsan.
Sejumlah bagian bangunan sekolah memprihatinkan. Kusen pintu dan jendela yang rusak. Daun jendela banyak yang tidak ada, kalaupun ada tak lagi punya kaca. Keramik lantai ruang kelas dan di sejumlah bagian bangunan juga banyak yang terkelupas. Mengingat itu butuh biaya besar, bagaimana upaya penanganannya?
Menjawab pertanyaan itu, Ihsan menyarankan pihak sekolah agar mengajukan permintaan (usulan) perbaikan atau apapu istilahnya melalui Dana Revitalisasi.
“Itu untuk penanganannya. Sumber dana APBN. Pengajuannya By Sistem, melalui pengisian Dapodik satuan pendidikan. Biasanya, paling lambat, Agustus,” imbuhnya sembari menyarankan wartawan mengonfirmasi Kabid Dikdas yang lebih teknis.
Hingga berita ini diunggah, konfirmasi Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikpora Kabupaten Dompu H. Nurdin masih diupayakan. (A2)
