
DOMPU, Lakeynews.com – Bisnis elektronik selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Dompu mengalami kelesuan.
Salah satunya, dialami Toko Sentral Muslim Dompu. Penjualannya, merosot hingga 30 persen.
Biasanya, sebelum pendemi, rata-rata omzet penjualan di toko itu bisa mencapai 100 persen.
“Selama masa pandemi Covid-19, setahun terakhir, pendapatan saya menurun 30 persen,” kata CEO Sentral Muslim Dompu Mahfud, saat ditemui Lakeynews.com di tokonya, Rabu (3/2).

Toko yang berkedudukan di Desa O’o, Kecamatan Dompu itu menjual berbagai jenis barang elektronik. Antara lain, laptop dan komputer beragam tipe dan merk, proyektor dan peralatan elektronik lainnya.
Ada Acer, Asus, Lenovo dan Dell. Juga ada printer dan proyektor. Harganya variatif dan relatif terjangkau.
“Seperti Printer merk Acer, harganya Rp. 700 ribu. Laptop dan komputer, harga paling bawah Rp. 5 juta dan tertinggi Rp. 12 juta,” jelas pria yang lebih akrab dipanggil Maha itu.
Apa penyebab lesunya penjualan?
Menurut Maha, selama pandemi daya beli masyarakat menurun. Sementara harga barang elektronik melonjak.
Selain itu, lanjutnya, produksi barang-barang elektronik yang dibutuhkan konsumen terbatas.

Tantangan lain penjualan dimasa pandemi karena tidak tersedianya barang yang memadai. “Misalnya, laptop ukuran 11 inch atau 14 inch yang spek standar masih susah didapatkan di suplayer barang elektronik pusat,” kata Maha mencontohkan.
Langkah untuk mengatasi terus menurunnya omzet, pihaknya mulai memikirkan pola penjualan online dan pemberian discount (potongan harga).
“Saya optimis, cara itu akan mampu mendongkrak kembali pendapatan kami ditengah lesunya daya beli masyarakat,” papar Maha.
Lebih jauh dijelaskan Maha, selain menjual elektronik, Toko Sentral Muslim juga membuka jasa layanan service. (fm)
