Inilah antara lain Abon Ikan Tuna yang diproduksi Dapur KK Ais, Kilo, Dompu yang dikelola Nurlailah, S.Pd. (ist/lakeynews.com)

ABON Ikan Tuna yang diproduksi UKM Dapur KK Ais, memberikan sensasi luar biasa. Selain rasanya gurih dan enak, juga harganya terjangkau dan tahan lama.

UKM Dapur KK Ais beralamat di Dusun Paropa, Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Dikelola Nurlailah, S.Pd bersama dua karyawannya.

Wanita 38 tahun yang akrab disapa Ela itu, membuka usaha abon ikan tuna sejak tahun 2015. “Ya, sudah sekitar enam tahun,” kata wanita yang akrab disapa Ela pada Lakeynews.com di Malaju.

Dapur KK Ais dibawa binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dompu. Memproduksi abon ikan tuna rata-rata sekali seminggu.

“Tiap produksi kami menghasilkan 30 kilogram (Kg) abon. Produksi bisa bertambah juga, tergatung pesanan,” jelas Ela. “Omzetnya lebih kurang Rp. 1,5 jutaan. Itu hitungan kotornya,” sambung ibu dua anak ini.

Beberapa ukuran (berat) yang diproduksi. Diantaranya, 1/2 Kg dengan harga Rp. 70 ribu dan 1 Kg seharga Rp. 130 Kg. “Itu harga di Kilo,” paparnya

Sedangkan di Kota Dompu, tambah Rp. 10 ribu. Kalau ke daerah lain, tergantung jauh-dekatnya. “Kalau luar daerah ditambah ongkos kirim,” tutur Ela.

Namanya abon ikan tuna. Tentu bahan baku utamanya tentu ikan tuna. “Ikan tuna yang kita pakai adalah ikan tuna segar. Beratnya rata-rata 10 Kg keatas,” papar putri pertama dari empat bersaudara buah hati pasangan H. Burhan dan Hj. Nursiah itu.

Sistem pengolahan memang lumayan ribet dan memakan waktu cukup lama, sekitar dua hari. Terutama dalam mengolah bumbu, seperti laos, bawang putih, cabe merah dan lainnya.

Ikan tuna segar dan beberapa bahan lain untuk Abon Ikan Tuna, serta proses pengolahan di Dapur KK Ais, Kilo. (ist/lakeynews.com)

Abon ikan tuna yang diproduksi Dapur KK Ais, bukan sekadar untuk lauk. Lebih dari itu, memiliki khasiat. Mengandung vitamin dan protein, terutama untuk merangsang perkembangan otak anak-anak.

Rasanya pun sungguh enak. “Pedas manis. Untuk anak-anak ada yang original,” tutur perempuan berhijab ini.

Keuntungan abon ini, selain rasanya gurih dan enak, harga terjangkau, juga tahan lama. Abon ikan tuna yang diproduksi Dapur KK Ais, bisa bertahan hingga enam bulan. “Asalkan ditaruh di tempat yang sejuk,” tegasnya.

Apa yang mendorong Anda memproduksi abon ikan tuna ini?

Ditanya demikian, Ela menyampaikan beberapa hal. Antara lain, untuk memenuhi kebutuhan (pasar) lokal Kilo. Selain itu, orang atau tamu yang berkunjung ke Kilo, terutama Malaju, bisa membeli abon ikan tuna tuna ini sebagai oleh-olehnya.

“Produksi abon ikan tuna ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” cetusnya.

Disinggung perhatian, dukungan dan pembinaan pemerintah, Ela mengaku cukup banyak. Terutama pembinaan.

“Kami sering diikutkan pada kegiatan pelatihan dan pembinaan UKM, baik oleh Pemkab Dompu maupun Pemprov NTB,” tuturnya. (ayyinun)