Kegiatan pelemparan tebu ke Cane Yard sebagai penanda giling perdana, Jumat (14/8). (ist/lakeynews.com)

Aktivitas Berjalan Normal, Tetap Disiplin dengan Protokol Covid-19

AWAL Agustus 2020, PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) menandai panen perdana tebu di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Panen kemudian dilanjutkan giling perdana pada Jumat (14/8).

Menariknya, rangkaian dua kegiatan itu melibatkan ribuan tenaga kerja, khususnya dari warga lokal.

“Ini sebagai wujud komitmen perusahaan (PT. SMS) untuk memberdayakan warga sekitar,” Support Service Director PT. SMS, Sawedi Muhammad, Jumat sore terkait kegiatan panen dan giling perdana tebu tersebut.

Menurut Sawedi, situasi aktivitas di PT. SMS saat ini berjakan normal. Namun, tetap disiplin dengan protokol kesehatan Covid-19.

Sebagaimana diketahui, saat ini tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar dan terjadi gelombang Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) karyawan.

Namun, tidak demikian dengan PT. SMS. Yang terjadi di perusahaan ini justru sebaliknya. PT. SMS menyerap ribuan tenaga kerja lokal untuk panen hingga penggilingan.

“Kita berusaha sedapat mungkin agar tidak terjadi PHK karyawan. Malah menyerap ribuan tenaga kerja saat tebangan (panen),” kata Sawedi.

Bagian dari proses penggilingan perdana tebu di PT. SMS, Jumat (14/8). (ist/lakeynews.com)

Langkah ini tidak lepas dari upaya bertahan perusahaan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, bagaimanapun juga, PT. SMS harus membantu pemenuhan kebutuhan gula nasional. Khususnya wilayah Indonesia bagian timur, mulai dari Bali, NTB dan NTT.

Dalam prosesnya, protokol Covid-19 tetap dijalankan dengan ketat. Mulai dari kegiatan di perkantoran, proses di pabrik hingga di perkebunan.

“Semua tahapan, kita terapkan protokol Covid-19 yang ketat. Ini bentuk kepatuhan kita pada imbauan pemerintah. Seperti cuci tangan, jaga jarak, disinfektan dan tetap memakai masker,” jelas Sawedi.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Pekat Gunawan, SE, Danramil 1614-05/Pekat Kapten Kav. M. Kasim, Danpos Soritatanga yang mewakili Kapolsek Pekat. Hadir juga sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa kepala desa mitra.

Sementara itu, General Manager PT. SMS, Djoko Waluyo, menegaskan pentingnya penguatan internal dalam optimalisasi kinerja di pabrik tebu terbesar di Indonesia timur ini.

Mengapa?
Menurut Djoko, karena setiap tahun, perkembangan rendemen gula terus meningkat. Sebelumnya hanya 2 persen, kedepan akan terus meningkat mencapai 6 persen.

Karena itu, lanjutnya, penting menjaga kekompakan, integritas, kecerdasan, antusias. “Jangan takut salah mengeluarkan ide, karena bisa diperbaiki. Yakinlah, hasilnya akan baik untuk kemajuan perusahaan,” imbuh Djoko.

Sedangkan Danramil Pekat menyisipkan pesan Kamtibmas. Dia mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga PT. SMS sebagai aset bersama, karena berkaitan dengan hajat hidup warga Pekat dan Kabupaten Dompu umumnya.

Dia berharap, kehadiran perusahaan ini bisa mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Jika kita semua maju dan sejahtera, tentu akan sejalan dengan terjaganya kondusifitas daerah,” tandas Danramil.

Tebu-tebu yang akan digiling diangkut mobil truk. (ist/lakeynews.com)

Camat Pekat Gunawan mengatakan, sejak awal dirinya mengapresiasi kehadiran PT. SMS. Antara masyarakat dengan perusahaan, kini sudah semakin terjalin harmonisasi, apalagi serapan tenaga kerja cukup tinggi.

Sebelumnya, menurut Gunawan, mayoritas masyarakat bertani palawija, mencari madu, bahkan dominan bergantung dari hasil kayu di Gunung Tambora. Tetapi setelah masuknya PT. SMS, sekitar 90 persen beralih menjadi petani tebu. Sebagian lagi sebagai pengusaha.

“Jadi, harapan kami untuk PT. SMS, lebih intens membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat maupun pemerintah yang ada di desa. Kami bersyukur semua sudah berjalan baik,” terangnya.

Setelah kegiatan seremoni pembukaan, para tamu undangan diarahkan ke cane yard untuk seremoni pelemparan tebu menandai giling perdana tahun 2020.

Dari penjelasan Departemen Mitra PT. SMS, serapan tenaga kerja lokal relatif besar tahun ini. Dalam proses penebangan dan transportasi, ada 1.900 tenaga kerja lokal yang direkrut melalui vendor lokal.

Umumnya, mereka dilibatkan untuk panen tebu di atas lahan seluas 1.400 hektare. Rinciannya, 1.000 hektare dari lahan mitra mandiri dan 400 hektare dari lahan HGU yang bisa dipanen. Sementara total yang dapat dipanen ditaksir mencapai 75 ribu ton.

(sarwon al khan)