
DOMPU, Lakeynews.com – Pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tambora, menyambut baik aspirasi dan tuntutan Aliansi Pemuda Pegiat Lungkungan (Appel) Kecamatan Pekat yang berunjuk rasa di kantor KPH setempat, Rabu (31/10/2018) pagi tadi.
Di hadapan massa Appel, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Hutan KPH Tambora Hakim, mengaku, pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan massa yang membantu KPH dalam menjaga dan melestarikan hutan di wilayah Tambora.
“Apa yang menjadi tuntutan massa ini kami terima. Selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan kami, karena saat ini kepala KPH sedang menghadiri undangan Bupati Dompu,” ujarnya.
Ratusan pemuda Pekat itu mendatangi Balai KPH Tambora. Kedatangan mereka menuntut agar KPH Tambora segera mengambil sikap terkait gundulnya Hutan di Kabupaten Dompu, terutama di Kecamatan Pekat, yang mengakibatkan sejumlah sumber mata air kering total.
Koordinator Aksi Fakar, saat berorasi di depan kantor KPH mengaku, sangat prihatin dengan kondisi hutan yang di wilayahnya. Gunung Kadindi yang merupakan nyawa bagi mata air di Kecamatan Pekat, lanjutnya, kini hampir gundul semua akibat perambahan liar yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, lima titik mata air di Batu Meneq dan Kadindi mulai kering.

“Kami minta kepada KPH dan instansi terkait agar segera mengambil sikap terkait kondisi hutan sebagai penyangga mata air. Ribuan jiwa akan menjadi korban kalau hal tersebut tidak serius disikapi oleh KPH,” teriaknya.
Sementara itu, Sadam, salah satu Korlap Aksi, menegaskan agar KPH tidak main-main dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. “KPH jangan main-main,” tandasnya.
Pantauan Lakeynews.com, ratusan pengunjuk rasa melakukan jalan kaki dari Lapangan Bola Calabai (tempat berkumpul) menuju Kantor KPH Tambora dengan membawa sejumlah spanduk, dan keranda yang bertuliskan kematian KPH. (ory/pis)

Siapa Sadam, dia bukan siapa2 bahkan munculnya pun tidak kami tau, tidak juga tergabung dalam aliansi Appel Pekat.