Atlet Panjat Tebing Kabupaten Dompu yang berhasil meraih medali emas dan perunggu di hari terakhir Porprov NTB XII Tahun 2026 bersama Ketua KONI Kabupaten Dompu Asrullah. (ist/lakeynews)

 

CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu

 

PEKAN Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026 yang dibuka pada 16 Juli lalu, berakhir Jumat (24/7/2026). Sementara seremonial penutupannya, dijadwalkan Sabtu (25/7/2026).

Kontingen Kabupaten Dompu mengunci event empat tahunan olahraga kali ini dengan mengoleksi 44 medali emas, 44 perak, dan 85 perunggu. Total 173 medali.

Alhamdulillah, pada hari terakhir kita meraih empat emas dari Cabor Muay Thai, serta satu emas dan dua perunggu dari Cabor Panjat Tebing,” kata Wakil Ketua/Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kabupaten Dompu, Iwan Ermansyah, didampingi Waka Sport Science, Sandi Achmad, Jumat malam.

Data itu versi KONI Dompu. Belum diketahui serta belum diperoleh bocoran, perolehan medali Dompu pada Porprov kali ini berada di urutan ke berapa.

Sebab, data resmi terkait perolehan medali semua (10) kabupaten dan kota, dikeluarkan KONI NTB. Hal itu dipertegas Sekretaris Umum KONI NTB, M. Nurhaedin.

“Data resmi dikeluarkan KONI NTB,” kata mantan wartawan yang akrab disapa Edo itu pada Lakeynews, beberapa hari lalu.

Namun, kinerja KONI NTB dinilai lemot (lambat/lamban) sekali. Juga dianggap tidak konsisten dalam mengumumkan ke publik hasil pertandingan tiap hari selama Porprov berlangsung. Baik secara umum perolehan masing-masing kabupaten dan kota, lebih-lebih per cabang olahraga yang dipertandingkan.

Hingga Sabtu, sekitar pukul 03.22 dini hari ini, KONI NTB belum juga merilis hasil akhir (medali) yang dikoleksi masing-masing daerah.

Beberapa pengurus KONI maupun pihak Media Center Porprov yang bersekretariat di Hotel Grand Madani – Mataram, belum menanggapi konfirmasi wartawan. Mengapa lemot, pun belum diketahui alasannya.

Wakil Ketua KONI Kabupaten Dompu pengampu Pembinaan Prestasi, Iwan Ermansyah (topi, baju putih) bersama atlet Gulat peraih medali. (ist/lakeynews)

 

Tujuh Medali Pamungkas

Pada hari terakhir Porprov NTB 2026, Kontingen Kabupaten Dompu berhasil merebut tujuh medali. Lima medali emas dan dua perunggu.

Empat dari lima emas diraih para atlet Cabor Muay Thai. Menurut Iwan Ermansyah, keempat atlet Muay Thai itu; Cintqla Sutyqsah yang turun di Kelas 43 Kg, Sultan Muh. Lares (Kelas 45 Kg), M. Fathir (Kelas 71 Kg), dan Gunawan. “Ini akhir yang membanggakan,” kata Iwan.

Satu emas lagi dari Cabor Panjat Tebing. “Medali emas ini dicetak pada Nomor Speed Classic Mix Tim (Yus Mulyadi dan Mega Mustika Sari),” kata Ketua Umum FPTI Kabupaten Dompu, Dr. Muhdar.

Selain emas, Panjat Tebing juga meraih dua perunggu untuk menambah koleksi medali Dompu pada hari terakhir. Masing-masing diraih Yus Mulyadin pada nomor Speed Classic Perorangan Putra dan Mega Mustika Sari, juga di nomor Speed Classic Perorangan Putri.

Beberapa hari sebelumnya, Panjat Tebing berhasil merebut dua emas dan satu perak. Emas pertama disabet Mega Mustika Sari yang bertanding di nomor Speed World Record.

“Kalau emas kedua diraih Tim Boulder Putra; Yus Mulyadin, Ediansyah, Bima Mulya Putra, dan Julianto,” papar Muhdar.

Sementara medali perak, lanjut Muhdar, direbut Tim Boulder Putri setelah bersaing dengan tim-tim tangguh dari daerah lain. Pada tim ini, Panjat Tebing Dompu diperkuat seorang atlet senior, Arbiah, serta tiga atlet junior; Ica, Sasa, dan Tiwi.

 

Santer Isu Pindah-Mutasi Atlet, Integritas Wasit, hingga Gejolak

Isu tentang banyaknya atlet yang berpindah daerah sempat santer dan berhembus kuat pada perhelatan Porprov NTB 2026. Termasuk atlet Dompu ke daerah lain.

Menanggapi itu, Iwan Ermansyah tidak membantah atau mengiyakannya. Dia hanya mengatakan, regulasinya membuka ruang untuk itu.

Berdasarkan hasil Rakerprov KONI NTB beberapa waktu lalu, tidak ada mutasi atlet. “Atlet bebas memilih daerah mana yang dia inginkan,” tegas Iwan pada Lakeynews, Jumat malam.

Iwan menyebut, ada empat indikator adanya perpindahan atlet;

Pertama, dihapusnya PO.1 dan 2 sebagai syarat mutasi atlet sebagai pedoman.

Kedua, konflik internal Cabor yang tidak kunjung diselesaikan.

Ketiga, besarnya iming-iming bonus dan pendapatan lainnya dari daerah lain. Dan,

Keempat, atlet tidak lolos seleksi, atau lapisan kedua dan untuk melengkapi kelas pertandingan supaya terisi.

Iwan mengaku bangga dengan para atlet Dompu yang berjuang dengan semangat patriotik. Mengangkat derajat dan martabat Bumi Nggahi Rawi Pahu.

“Mereka tidak tertarik dengan bujuk rayu dan jaji manis daerah lain,” puji Iwan bangga.

Disamping itu, mutasi atlet antarprovinsi juga dianggap berdampak pada hadirnya atlet-atlet sekelas SEAGAMES, dan ikut berpartisipasi pada Porprov NTB XII 2026.

“Sehingga, tidak heran jika sejak awal Porprov tahun ini banyak protes dan insiden yang mewarnainya,” beber salah seorang pengurus KONI Dompu yang dinilai aktif mengikuti pertandingan atlet sejumlah Cabor ini.

Kondisi makin parah terkait integritas wasit, dan pengaturan kelas secara sepihak oleh TD. “Ini juga menjadi problem yang mewarnai pergulatan Porprov,” kritiknya. (*)