
Peserta Terganggu, Aplikasi Sering Error, Panitia Terpaksa Pinjam Server Cadangan
DOMPU – Meski sempat terancam tidak bisa melaksanakan USBK karena terhambat beberapa persoalan, SMKN 1 Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya berhasil menunaikan ujian tersebut.
USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) ini dijadwalkan enam hari. Dari Senin hingga Sabtu (6-11/4/2026).
Dengan segala keterbatasan, panitia ujian mampu memenuhi hak para siswa kelas XII dan kewajiban sekolah sebagai bagian evaluasi peserta didik itu.
Hanya saja, pada hari pertama (6/4/2026), ujian tidak berjalan sesuai rencana. Jam pertama dijadwalkan mulai pukul 08.00 Wita. Namun telat lebih dari satu jam.
Demikian juga waktu selesainya. Molor hingga tiga jam lebih. Semula, tiga mata ujian pada hari itu (dan jam ketiga) dijadwalkan berakhir pukul 12.00 Wita.
“Iya. Alhamdulillah, USBK dapat dilaksanakan mulai hari ini. Memang sedikit terlambat dari jadwal. Ujian hari pertama, baru selesai semuanya sekitar pukul 15.00 Wita,” kata Ketua Panitia USBK SMKN 1 Hu’u Lili Asmawati pada Lakeynews, Senin sore.
Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, SMKN 1 Hu’u terancam tidak dapat melaksanakan USBK karena beberapa persoalan.
Salah satu penyebabnya, nihilnya anggaran untuk kegiatan USBK dari sekolah. Hal itu berakibat pada tidak terpenuhi sejumlah kebutuhan mendasar ujian.
Diantaranya, hingga Minggu petang –bahkan malam, server SSD belum di-upgrade. Kartu ujian sebagian peserta ujian belum dicetak, dan banyak lagi hambatan lainnya.
Berita sebelumnya: SMKN 1 Hu’u Terancam tak USBK, Ini Biang Keroknya
Panitia Pinjam Server Cadangan dari SMAN 1 Hu’u
Apa penyebab keterlambatan tersebut?
Penyebab utama molornya kegiatan itu, menurut Lili, kendala server seperti diberitakan sebelumnya.
Panitia juga mengalami kesulitan mencetak kartu ujian beberapa siswa pada sesi pertama dan kedua karena data kartu ujian tidak muncul di server.
Selain itu, saat ujian berlangsung, aplikasi sering keluar-masuk (error). Sehingga peserta USBK tidak konsen mengerjakan soal.
“Siswa beberapa kali mengeluhkan hal ini. Suasana ujianpun terganggu oleh error-nya server,” ungkap jebolan S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Lalu, bagaimana panitia mengatasi hambatan tersebut?
Menjawab itu, Lili mengaku, panitia tetap berupaya menggunakan server yang ada meskipun berjalan lambat, hingga akhirnya ujian dapat dilaksanakan.
Namun, sebagai langkah antisipasinya, panitia terpaksa meminjam server cadangan dari SMAN 1 Hu’u. Hal tersebut dilakukan atas saran Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora NTB Wilayah V (Dompu) Muhamad Ihsan, ketika meninjau USBK hari pertama di sekolah itu.
“Alhamdulillah, permohonan tersebut disetujui SMAN 1 Hu’u, dan server cadangan telah kami peroleh,” jelas Lili.
Diketahui, biang kerok munculnya berbagai masalah tersebut karena nihil anggaran kegiatan dari sekolah. Untuk mengatasi berbagai kebutuhan dan persiapkan, panitia harus pontang-panting mencari pinjaman, hingga merogoh isi kantong pribadi.
Sementara Kepala SMKN 1 Hu’u (Kasek) Ikraman, baru mentransfer dana kegiatan USBK ke rekening bendahara panitia malam hari sebelum hari pertama ujian berlangsung. Nilainya Rp. 8 juta dari Rp. 10,5 juta yang dibutuhkan
Baca juga: Kepala SMKN 1 Hu’u Serahkan Anggaran USBK, Soal Dana BOS tidak Ditanggapi
Apakah uang Rp. 8 juta itu cukup?
Jika dibandingkan dengan kebutuhan dan tercantum dalam RAB yang telah disetujui Kasek (Rp. 10,5 juta), dana Rp. 8 juta tersebut masih kurang. “Masih kekurangan sekitar Rp. 2,5 juta. Kami harapkan dapat direalisasikan sebelum hari terakhir ujian, 11 April ini,” harap Lili.
Bagaimana pengaruh keterlambatan penyerahan dana terhadap pelaksanaan USBK?
Kata Lili, sangat berpengaruh. Beberapa kebutuhan seperti spanduk baru dapat dipesan mendekati hari pelaksanaan, dan pulsa server diisi sesaat sebelum ujian. Belum lagi ATK dan kebutuhan lain masih harus dipenuhi dengan cara berutang terlebih dahulu.
“Kita harus pinjam kiri-kanan. Namun demikian, waktu yang telah terlewati tidak dapat diulang kembali,” ujarnya.
Bagaimana pelaksanaan USBK di hari kedua, Selasa (7/4/2026)?
“Panitia telah memiliki server cadangan, meskipun dari pinjaman, alhamdulillah tetap berjalan juga. Cuma tetap terjadi keluar-masuk (error),” jawab Lili yang kembali dihubungi, Selasa siang tadi. (tim)
