
DOMPU – Kepala SMPN 1 Dompu Abdul Basit menegaskan, oknum siswa (remaja) yang ditangkap polisi karena kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam ke sekolah bukan peserta didik SMPN 1 Dompu.
Kepastian tersebut setelah Basit (sapaan Abdul Basit) tanyakan ke guru BP/BK dan konfirmasi ke guru yang tinggal di Kampung Rato (Kelurahan Karijawa).
“Setelah kami telusuri, siswa yang dijemput polisi itu bukan siswa SMPN 1 Dompu, melainkan siswa sekolah lain,” kata Basit pada Lakeynews di ruangannya dan dilanjutkan di halaman sekolah, Sabtu (5/8/23).
Diketahui, setelah marak diberitakan media, berhembus rumor yang tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya menyebutkan, bahwa pelajar yang diamankan polisi itu siswa SMPN 1 Dompu.
Baca juga berita sebelumnya: Siswa SMPN Favorit di Dompu Bawa Golok, Panah dan Alat Pembuat Panah ke Sekolah
Basit saat ditemui media ini, didampingi Ketua OSIS SMPN 1 Dompu Syarifah Aisyah (Ica) dan beberapa guru, memantau siswa-siswi melakukan latihan untuk menghadapi lomba dalam rangka 17 Agustusan 2023.
Sebagai penunjang argumentasinya, Basit menjelaskan pakaian yang dikenakan oknum ketika digiring dan berada di kantor polisi. “Baju batik yang dipakai siswa itu, dari sisi coraknya bukan batik SMPN 1 Dompu,” tandasnya.

Yang disampaikan Basit dibenarkan Kapolres Dompu AKBP Zulkarnain melalui Kapolsek Dompu IPDA Arif Syarifuddin.
“Anak-anak yang diamankan (itu) sekolah di SMPN * Dompu. Kelas 3,” kata Kapolsek Arif menyebut nama lengkap SMP tersebut pada media ini, Sabtu malam.
Namun, terlepas itu bukan peserta didiknya, Kepala SMPN 1 Dompu Abdul Basit mengaku, pihaknya selalu berupaya agar siswa-siswinya terhindar dari prilaku atau tindakan yang kurang baik. Baik yang merugikan siswa itu sendiri maupun sekolah, keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
“Kepada orang tua siswa juga kami bersama Pemerintah Kelurahan Bali (wilayah SMPN 1 Dompu) dan Kecamatan Dompu selalu memberikan pembinaan dan pengarahan,” ungkap Basit.
Misalnya, terkait maraknya kasus panah atau tindak kejahatan lain yang kerap melibatkan remaja sebagai pelaku maupun korban. “Insya Allah, Senin (7/8/23) depan, Camat Dompu (Ardiansyah, red) akan hadir lagi di SMPN 1 Dompu sebagai Pembina Upacara pagi,” tutur.
Meski pihak sekolah berusaha keras untuk meminimalisir permasalahan siswa di lingkungan sekolah, Basit membutuhkan dukungan dan peran dari semua pihak.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua komponen masyarakat yang peduli akan pendidikan generasi kita, terlebih warga yang menjadi tetangga sekolah,” pintanya. (tim)

One thought on “Siswa Ditangkap Polisi karena Bawa Senjata Tajam ke Sekolah Itu, “Bukan Siswa SMPN 1 Dompu””