Kadis Dikpora Kabupaten Dompu H. Rifaid. (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Pro-kontra terhadap pelaksanaan wisuda oleh lembaga pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK menajam di seantero nusantara dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa media massa yang berkantor pusat di ibukota negara, Jakarta, membahas secara kritis masalah ini. Sejumlah perwakilan orang tua murid, juga telah menyampaikan uneg-unegnya ke Mendikbud Nadiem Makarim.

Hal yang sama meluas ke daerah-daerah. Tak terkecuali, di Kabupaten Dompu pun terjadi dinamika serupa.

Sebagian elemen tetap mendukung kegiatan berlabel “wisuda” dengan beragam alasan. Sebagian lagi menentang, pun dengan berbagai argumentasi.

Sekretaris Umum Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Dompu Suherman Ahmad, bahkan meminta Bupati H. Kader Jaelani melalui Dinas Dikpora agar mengeluarkan edaran (imbauan) yang intinya melarang kegiatan yang seharusnya hanya dilakukan perguruan tinggi tersebut.

Baca berita sebelumnya:

Menanggapi pro-kontra (termasuk wacana yang dilemparkan Suherman Ahmad), Kadis Dikpora H. Rifaid, kini siap-siap untuk segera menyampaikan dan melaporkannya kepada Bupati.

“Insya Allah kami akan laporkan dan minta petunjuk ke Bupati terkait situasi terakhir (pro-kontra wisuda anak TK hingga SMA/SMK, red),” kata Rifaid pada Lakeynews.com, Sabtu (17/6/23) malam.

Namun demikian, Rifaid mengungkapkan hasil pengamatan pihaknya sejauh ini, khususnya pada sekolah negeri dari TK sampai SMP. “Yang saya tahu, sampai hari ini, sekolah negeri mulai TK, SD, dan SMP tidak ada yang melaksanakan wisuda,” ujarnya.

Yang ada, lanjut Rifaid, hanya pelepasan siswa TK, SD Kelas 6, siswa SMPN Kelas 9, dirangkaikan dengan pameran produk P5 dari siswa di sekolah itu.

“Dan, yang kami terima informasinya, ada satupun sekolah yang melaksanakan pelepasan siswa itu mengumpulkan uang dari orang tua siswa,” ulasnya.

Sedangkan sekolah yang melaksanakan wisuda, masih sepengetahuan Rifaid, hanya sekolah swasta. Misalnya, TK, SD, SMP IT Al-Hilmi. “Itupun dilaksanakan atas kesepakatan komite dengan sekolah,” ungkapnya. (tim)