DOMPU – Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu H. Gaziamansyuri, malam-malam pada paro akhir pekan lalu, mengunjungi rumah produksi ORI Coffee, salah satu UMKM dan IKM kopi di daerah bermoto Nggahi Rawi Pahu.

Kunjungan pria yang akrab disapa Om Gres di Lingkungan Sawete Barat, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu itu sebagai bentuk perhatian dan support-nya pada usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Dompu.
Dalam kunjungan yang disambut Owner ORI Coffee Dr Muhdar tersebut, Om Gres (sapaan akrab H. Gaziamansyuri) melihat-lihat proses produksi ORI Coffee.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi Sruput ORI Coffee seraya diskusi ringan tentang pengembangan UMKM dan IKM, ekonomi kreatif dan pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Dompu.
Menurut Om Gres, ekonomi kreatif harus didorong untuk maju dan berkembang. Jika itu dilakukan, akan memberikan dampak positif dalam memotivasi berkembangnya ekonomi kreatif.
“Di Dompu ekonomi kreatif belum berkembang dengan bagus. Untuk itu, wajib kita berikan motivasi supaya bisa lebih maju,” tegasnya.
Dijelaskan, di Kemenparekraf, ada 16 item program pengembangan ekonomi kreatif yang belum dapat diakses oleh Kabupaten Dompu.
Mengapa?
“Hal ini disebabkan oleh perhatian kita yang kurang dan nomen klatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) yang sinkron dengan nomenklatur Kemenpafekraf,” ungkapnya.
Artinya mestinya nomenklatur Dompu mengikuti nomenklatur pusat agar sinkron, yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). “Kita harus segera ubah dari Dinas Budpar menjadi menjadi Dinas Parekraf,” imbuh Om Gres.
Dengan demikian, Pemkab Dompu akan memungkinkan memberikan perhatian yang signifikan dalam membantu UMKM, usaha ekonomi kreatif.
“Kedepan kita akan bantu usaha ekonomi kreatif seperti ORI Coffee ini,” janji Om Gres sebagaimana disampaikan pada Lakeynews.com.

Dr. Muhdar Usulkan Pendataan dan Pengklasifikasian UMKM dan IKM
Sementara itu, Owner ORI Coffee Dr. Muhdar, merasa sangat senang dengan kunjungan Om Gres tersebut. “Kami merasa surprise atas kedatangan beliau,” kata Muhdar pada media ini.
Saat pertemuan dengan Om Gres, Ori Muhdar (panggilan akrab Dr. Muhdar) memberikan masukan tentang perlunya pendataan UMKM dan IKM di Kabupaten Dompu.
Setelah didata, dibuatkan klasifikasi atau pengelompokan UMKM dan IKM. Paling tidak, tiga kelompok.
Pertama, kelompok baru memulai usaha. Kedua, kelompok yang sudah berjalan tapi masih terkendala alat produksi dan pasar. Dan, ketiga, kelompok UMKM/IKM yang sudah mandiri.
“Ketiga kelompok tersebut dapat diberikan perlakuan yang berbeda untuk pengembangannya,” papar Ori Muhdar.
Kepada para kepala OPD yang terkait dengan UMKM dan IKM, Ori Muhdar mengharapkan agar bisa melakukan hal yang sama dengan Om Gres ke tempat-tempat produksi UMKM dan IKM. “Penting untuk memberikan support dan melihat langsung proses produksi,” sarannya.
Disamping itu, sambung Ori Muhdar, OPD-OPD terkait itu bisa mendapatkan informasi langsung di lapangan tentang apa saja kebutuhan UMKM dan IKM, kendala-kendala yang dihadapi, serta dapat mendiskusikan solusi-solusi yang bisa diambil.
Pengelolaan Pariwisata Perlu Dipacu
Terkait pengembangan dan pengelolaan potensi pariwisata, kata Ori Muhdar, perlu dipacu lagi. Dengan begitu pariwisata pun akan ikut mendorong kemajuan UMKM dan IKM.
“Sehingga, kedepan akan berpengaruh signifikan terhadap pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM dan IKM di Dompu,” urainya.
Hal tersebut, lanjutnya, akan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah angka pengangguran di Kabupaten Dompu.
“Yakin saja, Pariwisata dan UMKM/IKM akan bisa menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit,” tuturnya optimis. (tim/adv)

One thought on “Kunjungi ORI Coffee, Kepala Bappeda-Litbang Dompu Lontarkan Ini”