Foto atas dan bawah: Bupati Dompu Kader Jaelani bersama Ketua DPRD Andi Bachtiar dan rombongan saat melakukan survei lokasi untuk pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional di Sarae Nduha. (ory jeho/lakeynews.com)
(ory jeho/lakeynews.com)

Survei Lokasi, Bupati: Hentikan Tambang Pasir, Kita Telusuri Sertifikat Lahan Pelepasan Ternak

DOMPU, Lakeynews.com – Setelah dilantik sebagai Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), belum lama ini, “Aby” Kader Jaelani (AKJ) bergerak cepat.

Pria yang juga menjabat Bupati Dompu ini, langsung melakukan beberapa terobosan. Salah satunya, merencanakan pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional di wilayah Dana Nggahi Rawi Pahu.

Kawasan lereng gunung Tambora, Kecamatan Pekat, dinilai sangat strategis untuk itu.

Menyongsong rencana besar tersebut, AKJ bersama Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par, didampingi beberapa pimpinan OPD turun ke lokasi. Mereka melakukan survei tiga lokasi di lereng gunung merapi itu pada Rabu (16/2).

Salah satu lokasi yang dianggap strategis tersebut, kawasan Doroncanga. Sekitar tempat kegiatan Tambora Menyapa Dunia. Kedua, sekitar lokasi destinasi wisata Sarae Nduha. Dan, ketiga, di sekitar PT. Seradin, Desa Soritatanga.

Saat ini, kata Bupati AKJ, Pemkab Dompu tengah mencari lokasi yang tepat dan strategis untuk pembangunan arena pacuan kuda berkelas dunia tersebut. “Survei ini dilakukan sebagai langkah awal kita untuk mewujudkannya,” kata AKJ di lokasi.

Menurutnya, luas lahan yang dibutuhkan, termasuk untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana penunjang di arena pacuan kuda, sekitar 50 hektare.

“Setelah ketiga lokasi ini disurvei, akan kita bahas mana yang ideal untuk pembangunan arena pacuan kuda,” jelasnya.

Pantauan Lakeynews.com, usai melakukan survei, Bupati, ketua DPRD dan rombongan sempat menikmati keindahan wisata Sarae Nduha.

Namun, kehadiran mereka di tempat ini dimanfaatkan sejumlah Kelompok Tani (Poktan) Ternak untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan.

Kepada Bupati dan rombongan, sejumlah Poktan Ternak secara bergantian mengadukan beberapa persoalan di areal pelepasan ternak. Baik terkait penambangan pasir, lahan yang sudah disertifikat pihak tertentu maupun sejumlah titik yang sudah dijadikan pemukiman warga.

“Mohon ini disikapi Pak Bupati,” pinta Syamsul Rizal, S.Pd, sekretaris salah satu Poktan Ternak.

Bupati Dompu Kader Jaelani, Ketua DPRD Andi Bachtiar, A.Md.Par dan beberapa pejabat terkait saat diskusi dengan sejumlah Poktan Ternak di lokasi wisata Sarae Nduha. (ory jeho/lakeynews.com)

Pada prinsipnya, kata Rizal dan para Poktan Ternak menyambut baik rencana Pemkab Dompu membangun arena pacuan kuda bertaraf Internasional di sekitar wilayah pelepasan ternak.

Menurut mereka, upaya tersebut merupakan motivasi bagi para petani ternak. “Jadi, apapun bentuk pembangunan dan kegiatan yang berkaitan dengan peternakan, kami dukung,” tegas Rizal.

Hanya saja, Poktan Ternak menginginkan agar semua aktivitas di areal pelepasan ternak (seperti disebutkan di atas) agar ditinjau kembali dan dihentikan.

Menanggapi itu, Bupati Kader Jaelani akan cek dulu kebenaran adanya sertifikat yang diterbitkan pada lokasi areal pelepasan ternak. “Nanti kita telusuri dulu kebenarannya,” ujarnya.

Sedangkan terkait kegiatan lain di wilayah pelepasan ternak, seperti penambangan pasir, Bupati menginstruksikan agar segera dihentikan. “Aktivitas-aktivitas di areal pelepasan ternak ini agar dihentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par meminta kepada sejumlah Poktan Ternak agar menyambut baik dan gembira rencana pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional di Kabupaten Dompu ini.

“Untuk hal-hal (masalah yang disampaikan Poktan) itu, kita bahas di ruang Bupati atau di DPRD. Sekarang kita hadapi dulu persiapan terkait rencana pembangunan ini,” ajaknya. (orj)