
PELANTIKAN Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima telah berlangsung beberapa hari menjelang berakhirnya tahun 2021 lalu. Tepatnya, 28 Desember di Pendopo Bupati Dompu.
PD IGI Periode 2021-2026 yang dilantik tersebut, Kabupaten Dompu diketuai Ida Faridah, S.Pd, Kabupaten Bima diketuai M. Olan Wardiansyah, M.Pd dan Kota Bima diketuai Bambang Setiawan, S.Pd.
Bukan soal lama atau baru berlalunya waktu pelaksanaan pelantikan. Bagi Tika, ada hal yang tidak kalah berharga pada momen itu.
Pemilik nama lengkap Siti Atikah, S.Pd, itu merasakan kebahagiaan tersendiri. Dia dapat bertemu dengan sahabat karibnya, Ermawanti, setelah sekitar 30 tahun berpisah.
“Saya sangat bahagia. Saking bahagianya, sulit saya gambarkan dengan kata-kata,” kata Wakasek Umum SMPN 7 Islam Terpadu Dompu itu pada Lakeynews.com, baru-baru ini.
Pertemuan mereka terjadi secara kebetulan. Tanpa direncanakan terlebih dulu. Tika-Erma sama sekali tidak mengetahui sebelumnya. Mereka tidak berpikir akan bertemu di tempat dan saat itu.
Erma adalah Ketua Wilayah IGI NTB. Saat itu, datang ke Dompu untuk melantik PD IGI tiga kabupaten dan kota di ujung timur provinsi bermoto Bumi Gora. Sedangkan Tika merupakan Bendahara Umum IGI Dompu.

Dulu, awal pertemuan dua bersahabat ini tahun 1990. Terjadi ketika menjadi mahasiswa baru di IKIP Mataram. Sama-sama memilih Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FP-MIPA).
“Kami hanya beda jurusan. Erma mengambil Matematika, sedangkan saya Jurusan IPA,” tutur Tika.
Banyak kenangan indah dalam kebersamaan mereka. Suka dan duka kerap dirasakan bersama. “Pokoknya banyak dah,” ujarnya mengenang masa-masa emas kegadisannya.
Sayangnya, kebersamaan mereka hanya sempat berlangsung tiga semester. Karena urusan dan kesibukan masing-masing, akhirnya berpisah sekitar awal tahun 1992.
Sejak itulah, mereka tidak pernah bertemu lagi. Justru tiba-tiba m bertemu dalam acara pelantikan PD IGI Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.
“Terus terang, saya kaget sekali. Saya tidak menyangka, kami bertemu setelah sekitar 30 tahun berpisah,” aku wanita bersahaja ini.
Yang Tika tidak habis pikir, bahwa yang ketua IGI NTB dan datang melantik dia dan pengurus lain adalah sahabat lamanya.
Lucunya lagi, ketika Erma dan rombongan tiba di depan Pendopo Bupati, Tika ikut menjemputnya. Lalu, mengantar Erma dan menunjukkan tempat duduknya di depan.
Sempat foto-foto juga. Namun, Tika tidak mengenalnya karena Erma mengenakan masker. “Saya benar-benar tidak tanda,” jelasnya.
Tika terkaget-kaget melihat begitu Erma membuka masker saat akan memberikan sambutan yang dilanjutkan dengan prosesi pelantikan. “Kaget saya, ternyata dia adalah Erma sahabat saya,” cetusnya.
Sontak saja, begitu selesai pelantikan, sebelum Erma foto-foto dengan Wabup, pejabat dan pengurus IGI lainnya, kedua bersahabat ini langsung melepas kangen. Mereka berpelukan erat, mendekap.
Saat itu, seolah suasana hanya milik mereka berdua. Beragam rasa bercampur jadi satu. Senang, bahagia, bangga, juga haru. “Semoga pertemuan kami berkah,” katanya berharap. (sarwon al khan)
