
LOMBOK TIMUR, Lakeynews.com – Setelah lama berseteru, kedua kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sepakat berdamai.
Kata sepakat itu diwujudkan dengan membuat Nota Kesepakatan serta berita acara di kantor DPC PPP Lotim, Rabu (12/1).
Salah satu hal yang dipertimbangkan kedua kubu dalam pertemuan mediasi ini adalah SK DPC PPP Lotim. SK itu bagaimana ditinjau kembali untuk mengatur formasi kepengurusan Pengurus Harian (PH) DPC yang disepakati.
Sebelum dibuat kesepakatan damai, kubu militansi PPP Lotim yang diwakili M. Farhi, menyampaikan keinginan agar para militansi yang sudah lama di PPP diakomodir dalam PH DPC PPP. Pihaknya menganggap ketua terpilih sekarang, tidak sesuai dengan AD/ART.
“Kami hanya ingin meluruskan, kalau ada jalan terbaik untuk menyukseskan kembali sama-sama partai kita ini. Tapi harus sesui dengan prosedur PO dan AD/ART partai,” tegasnya.
Sementara Kordum Gerakan Aksi Militansi PPP Lotim Baehaki Habil, mengatakan, intinya mereka tetap pada kesepakatan meninjau kembali SK dan perbaiki struktur PH DPC. “Kalau tuntutan kami ini diterima, kita kembali sama-sama bangun partai ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP H. Muzihir, mengatakan, harapan kubu militansi untuk meninjau kembali SK DPC dengan mengubah struktur pengurus harian dan memasukan tujuh nama pengurus yang sudah diusulkan, akan kita penuhi.
“Akan kita rekomendasikan. Dan, kita usulkan hasil mediasi kita ini ke DPP PPP secepatnya. Harapan kita, sudah cukup kita berseteru. Kita sama-sama ingin membesarkan partai ini,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Lotim versi SK yang sudah diterbitkan, Lalu Husnan Karyadi, mengatakan siap menerima dan menjalankan perintah atasan. “Tetapi kami tidak bisa mengubah semuanya. Kita kembalikan masalah ini ke DPP,” paparnya.
Hadir dalam mediasi ini, empat anggota Fraksi PPP DPRD Lotim; Lalu Husnan Karyadi, Lalu Hatman, H. Rohaiman dan Farouk Bawazir. Hadir juga tujuh perwakilan militansi PPP Lotim dan Banombanom Gerakan Pemuda Ka’bah. (tim)
