Suasana koordinasi DPW Gekrafs NTB yang diketuai Yeyen Seprian Rachmat didampingi Sekretaris Nasrin H. Muhtar (dua dan tiga dari kiri) dan beberapa pengurus lain dengan pihak ITDC Mandalika, Rabu (5/1).  (ist/lakeynews.com)

EVENT MotoGP di kawasan Mandalika akan digelar pada 18-20 Maret 2022. Untuk menyukseskan kegiatan berkelas dunia tersebut membutuhkan keterlibatan dan dukungan banyak pihak.

Gekrafs NTB yang merupakan Gerakan Ekonomi Kreatif menganggap penting melakukan koordinasi dan membangun kolaborasi yang saling menguatkan antarsemua stakeholder. Ini untuk mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalka agar dapat berlangsung sukses. Termasuk dengan pihak ITDC Mandalika yang memiliki kewenangan mengelola kawasan tersebut.

Menurut Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat, safari ke ITDC Mandalika ini untuk mengkoordinasikan berbagai program Gekrafs yang sifat mendukung pelaksanaan MotoGP.

“Ya, koordinasi saja. Sehingga gerak itu bisa selaras. Tidak tumpang tindih,” kata Yeyen dalam pertemuan dengan pihak ITDC, Rabu (5/1).

Disamping itu, pihaknya ingin memastikan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif. Sehingga event sebesar MotoGP benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi pelaku ekonomi kreatif khususnya dan masyarakat NTB secara umum. “Jangan sampai kita menjadi tamu di rumah sendiri,” tegas Yeyen.

Usai pertemuan, Ketua DPW Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat, Sekretaris Nasrin H. Muhtar dan beberapa pengurus lain pose bersama I Made Pari Wijaya, APV Site Operation The Mandalika I.  (ist/lakeynews.com)

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita tersebut berlangsung lebih dari satu jam. Pihak ITDC Mandalika diwakili I Made Pari Wijaya selaku APV Site Operation The Mandalika I.

Sedangkan dari Gekrafs NTB, disamping Ketua Yeyen Seprian Rachmat hadir juga Sekretaris Nasrin H. Muhtar dan beberapa ketua bidang. Seperti Andra Maulana, Teguh Widyo, Detha Marenty, A.M. Erni dan Reza Akbar, serta Ketua DPC Gekrafs Lombok Tengah Efwin Akbariansyah.

Pari Wijaya mengapresiasi langkah koordinasi yang ditempuh Gekrafs NTB. Saat itu, dia memberikan gambaran tentang peluang-peluang yang dapat ditangkap. Termasuk bentuk kolaborasi yang memungkinkan dibangun dengan pihak ITDC.

“Untuk event MotoGP, kami sudah menemukan pola. Hal itu berangkat dari pengalaman pelaksanaan SBK yang lalu. Untuk hal-hal yang telah disampaikan pihak Gekrafs, kami akan rapatkan Senin depan,” papar Pari.

Menangapi hal itu, Yeyen pun mengapresiasi kerja profesional, sikap terbuka dan keberpihakan ITDC terhadap pelaku dan industri kreatif lokal NTB. “Kita tunggu beberapa hari kedepan,” kata Yeyen usai pertemuan.

“Saya yakin pihak ITDC bekerja profesional dan berpikir untuk kepentingan NTB. Insya Allah, kami terus berkoordinasi dan membangun kolaborasi untuk ekonomi kreatif NTB,” sambung Yeyen. (tim)