

Iskandar PAS Minta Pemkab Dompu segera Bersikap
–
DOMPU, Lakeynews.com – Masjid yang dibangun pemerintah melalui pelaksana proyek, PT. Hutama Karya (PT. HK) di kompleks relokasi perumahan warga terdampak banjir Desa Daha, Kecamamatan Hu’u, kabupaten Dompu, akhirnya disepakati untuk dibongkar.
Kesepakatan itu diambil oleh beberapa pihak terkait setelah terlebih dulu melakukan pertemuan pada Selasa (4/1). Mereka yang bersepakat dimaksud, Pemerintah Desa dan BPD Daha, Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Dompu, anggota DPRD Dompu dari PKS utusan Dapil I (Kecamatan Hu’u, Pajo dan Dompu) Iskandar, S.Pd dan pihak PT. HK.
“Alhamdulillah sudah disepakati, model atap masjid tersebut diubah dan disesuaikan dengan atap masjid warisan budaya Islam,” kata Ketua FUI Dompu Ir. H.M. Amin, M.M.Pd dan anggota DPRD Iskandar dihubungi Lakeynews.com secara terpisah.
Sebelumnya, bangunan masjid tersebut sempat diprotes oleh beberapa elemen masyarakat. Bahkan, hendak dibongkar paksa. Alasan mereka, konstruksi bangunannya, terutama bagian atap, dianggap tidak lazim dan tidak mencirikan kekhasan bagi masjid. Tapi, cenderung mirip dengan rumah peribadatan umat lain.
Poin lain yang disepakati kemarin, bahwa sebelum atap masjid itu diubah dikonsultasikan dan dikoordinasikan dulu dengan Pemkab Dompu.
Sedangkan sumber anggaran perubahan (pembongkaran) atap tersebut dibebankan ke APBD Kabupaten Dompu atau kepada pihak pelaksana proyek. “Perubahan bisa cepat jika pemerintah daerah cepat merespon masalah tersebut,” tegas Amin.
Amin yang menyampaikan beberapa poin pernyataan sikap FUI Bumi Nggahi Rawi Pahu mengatakan, masjid merupakan sarana ibadah umat Islam. Sekaligus warisan budaya Islam Indonesia yang sangat khas.
Masjid memiliki ciri khusus. Dari segi konstruksi atap sangat berbeda dengan konstruksi bangunan lain, beda dengan tempat ibadah agama lain.

“Ciri khas dimaksud, secara umum, atap bangunan masjid di Dompu segi empat, sama sisi dan di tengahnya terpasang kubah,” papar Amin yang turun ke Daha bersama Ustaz Muhammad Taqiyudin, S.PdI dan beberapa orang lainnya.
Fakta yang ditemukan saat kunjungan lapangan FUI bersama anggota dewan yang akrab disapa Iskandar PAS atau PAS Dompu, pemerintah desa dan BPD Daha, bangunan masjid atapnya di luar kelaziman masjid di Dompu. “Mirip dengan atap bangunan rumah ibadat agama lain,” tegas Amin.
Masyarakat Desa Daha diwakili BPD, disamping menyayangkan juga menolak adanya masjid yang atapnya tidak lazim itu. Mereka meminta PT. HK agar segera merekonstruksi bangunan masjid itu, sehingga benar-benar berbentuk masjid yang modelnya secara utuh sesuai dengan warisan budaya Islam.
Dijelaskan Amin, FUI melaksanakan fungsi mediasi proses komunikasi dengan pihak terkait. Bersama masyarakat terdampak banjir Desa Daha, mengawal proses rekonstruksi atap masjid dari awal hingga tercapainya hasil secara fisik yang sesuai dengan harapan masyarakat Islam setempat.
–
Segera Sikapi
FUI dan warga Daha mengharapkan kepada Pemkab Dompu sebagai pelayan publik agar segera memperhatikan berbagai dinamika kehidupan sosial keagamaan. “Berikan respon cepat dan proporsional demi terwujudnya keadilan, keamanan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat Dompu,” imbuhnya.
Iskandar PAS juga melontarkan harapan senada. Dia bahkan mendesak Pemkab Dompu agar secepatnya merespon, penyikapi dan menindaklanjuti harapan warga tersebut.
Menurut dia, masalah seperti ini tergolong sensitif. Iskandar sangat tidak ingin munculnya reaksi yang lebih atau setelah ada kejadian, baru Pemkab bertindak.
“Kita sangat-sangat mengharapkan pemerintah kabupaten agar memenyikapi dengan cepat. Ibarat penyakit, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Selain mudah, biayanya juga murah,” sarannya memberikan perumpamaan.
Sebelumnya, Iskandar juga menilai aneh bentuk fisik atap masjid yang keluar dari kelaziman masjid pada umumnya. “Sesuai harapan kita bersama, tidak ada pilihan lain, atap masjid tersebut harus segera diubah,” tegasnya.

Bukan itu saja, pada masjid yang dibangun di kompleks perumahan tersebut tidak dibuatkan emperan. Masjid di mana-mana, terutama di Dompu ini, ada emperannya.
“Kok seperti bukan masjid saja. Saya minta dibuatkan pula emperannya,” pinta PAS Dompu dengan tegas.
Mereka Antisipasi Dampak Buruk
Mendengar ada informasi dan reaksi warga Desa Daha terkait masjid yang dinilai dibangun tidak sesuai dengan ciri dan khas sebuah masjid, Selasa (4/1) pagi beberapa pengurus FUI Dompu meluncur ke Desa Daha. Tepatnya di kompleks pembangunan relokasi perumahan warga terdampak banjir.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah dan upaya antisipasi munculnya dampak buruk sebagai akibat dari reaksi beberapa elemen masyarakat yang menolak bentuk atap masjid tersebut.
Awalnya, ke Kantor Desa Daha, pinggir Jalan Lintas Wisata Lake, Kecamatan Hu’u. Di sana rombongan disambut Kades bersama aparat desa terkait.
Di ruangan kepala desa, mereka bertemu, bersilaturahmi dan sesaat berdiskusi dengan Kades sehubungan dengan isu sensitif tentang bangunan masjid tersebut.
Kepada rombongan yang dipimpin Ketua FUI Dompu H.M. Amin, Kades bercerita, menyampaikan kekecewaan dan keberatan masyarakatnya terhadap model bangunan masjid yang dianggap tidak lazim bagi umat Islam.
Tak lama kemudian, hadir anggota DPRD Iskandar PAS. “Saya hadir untuk melihat dari dekat bangunan masjid yang dianggap “miring” dan cukup menyita perhatian masyarakatnya.
Dari situ, FUI, Iskandar PAS, BPD dan beberapa tokoh masyarakat menuju lokasi proyek pembangunan masjid. Tak begitu jauh dari kantor desa.
“Terlihat dengan jelas bangunan masjid yang konstruksinya asing dan tidak lazim,” jelas H.M. Amin.
Rombongan begitu ramah berkomunikasi dengan beberapa pekerja proyek. Para pekerja pun menunjukkan sikap senang. Mereka juga bahkan ikut menyampaikan perasaan kecewanya. “Kami sangat berharap permasalahan ini bisa secepatnya diatasi,” harap mereka sebagaimana dikutip Amin.
Di penghujung kunjungan, rombongan bersama Iskandar PAS bertemu dan berbicara dengan pihak PT. HK sebagai pelaksana proyek. Pihak PT. HK menyampaikan, mereka bekerja wajib sesuai gambar. “Kalau tidak, pasti disalahkan oleh pimpinannya,” tandasnya. (tim)
