Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK, saat silaturahmi perdana dengan wartawan di Aula Rapat Polres, Kamis (9/12) pagi. (tim/lakeynews.com)
Suasana silaturahmi Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat dengan insan pers. Kapolres didampingi Kasat Intelkam IPTU Makrus, Kasat Reskrim IPTU Adhar dan ditemani Kasi Humas IPDA Akhmad Marzuki. (tim/lakeynews.com)

Kapolres “Baru” Dompu AKBP Iwan Hidayat Silaturahmi Perdana dengan Wartawan; Begini Suasananya…

Catatan:

Sarwon Al Khan, Dompu – NTB

ORANGNYA terbuka dan low prifile. Bicaranya blak-blakan. Pembawaan dirinya sederhana dan biasa-biasa saja. Tegas dan berwibawa. Namun, kepribadian yang santun. Menghormati dan menghargai sesama.

Sepintas, tampak bukan tipe individu yang arogan atau otoriter. Justru kesan yang ditangkap dari pertemuan awal, dia merupakan sosok humanis.

Tipe pejabat atau perwira yang mau menerima saran dan masukan orang lain. Bahkan, dia terbuka menerima kritikan sepanjang konstruktif dan solutif.

Hal-hal di atas sekelumit tentang sosok Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK. Itu tergambar saat dia silaturahmi perdana dengan insan pers (pimpinan media dan wartawan) di Kabupaten Dompu. Pertemuan itu berlangsung di Aula Rapat Polres setempat, Kamis (9/12) pagi.

Tampak hadir mendampingi AKBP Iwan adalah Wakapolres Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, Kasat Reskrim IPTU Adhar, S.Sos, Kasat Intelkam IPTU Makrus, S.Sos, Kasi Humas IPDA Akhmad Marzuki dan beberapa anggota lainnya.

Secara singkat profilnya, AKBP Iwan berasal dari Madura, Jawa Timur. Lahir tahun 1980. “Saya alumni Akpol Tahun 2002,” tuturnya mengenalkan diri diawal pertemuan.

Selama bertugas sebagai abdi negara melalui lembaga kepolisian, pria energik ini dikenal sudah melang-lang buana. Antara lain, pernah berdinas di Provinsi Sulawesi Barat.

Sebelum pendidikan Sespim, dia bertugas di Kalimantan Selatan. Jauh sebelum itu, AKBP Iwan juga pernah di Jakarta. Tepatnya, di Mako Brimob, Resimen III Pasukan Pelopor.

Alhamdulillah, istri “baru” satu dan anak sudah tiga,” tuturnya dengan nada kelakar disambut gala tawa seisi ruangan.

AKBP Iwan baru beberapa hari diamanahkan untuk memegang jabatan sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian Dana Nggahi Rawi Pahu.

Sebagai “orang baru” bertugas di Dompu, hal yang lumrah ketika dia ingin mengenal dan lebih dekat dengan semua elemen masyarakat di wilayah hukumnya saat ini. Paling tidak melalui perwakilan komponen-komponen dimaksud.

Diawali dengan pengenalan dan pengarahan pada segenap personel Polres dan jajaran, ketika memimpin apel perdana di Mapolres Dompu, Senin lalu. Dilanjutkan dengan menyambangi Bupati Kader Jaelani di kantornya, pada hari yang sama.

Sembari menjalani misi silaturahmi dan tugas yang diemban, AKBP Iwan juga melakukan aksi sosial. Antara lain, turun langsung ke lokasi banjir Kecamatan Hu’u dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga terdampak.

Berikut sederet kegiatan lain yang ditekuni pada awal-awal menjabat Kapolres Dompu. Termasuk mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, mengunjungi dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Kilo, Rabu (8/12).

Kembali ke silaturahmi Kapolres dengan wartawan Dompu. Pertemuan sempat molor sekitar satu jam dari rencana semula. Sedianya, diagendakan mulai pukul 07.00 Wita. Namun baru dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Biasalah, jam wartawan, jam “ngaret”.

Namun demikian, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Diwarnai senda gurau. Joke-joke ringan dari kedua belah pihak, beberapa kali membuat ledak tawa di ruangan itu.

Diawali dengan sarapan pagi bersama. Disusul nyeruput kopi. Dua jenis makanan dan minuman itu, rupanya telah disediakan terlebih dulu oleh sohibul bait.

“Kalau tahu ada sarapan pagi di sini, mungkin kehadiran sebagian teman-teman wartawan bisa lebih cepat,” celetuk salah seorang wartawan dengan nada guyon.

Ada beberapa peserta pertemuan yang merasa “tersiksa” usai sarapan. Khususnya para “ahli hisap” (maaf, perokok). Apalagi keberadaan kopi hitam di depan masing-masing orang, cukup menggoda memang.

Persoalannya, di satu sisi rasa ingin sedot asap seolah tak tertahankan. Namun, sisi lain, ruangan itu ber-AC. Tetapi Wakapolres Abdi cukup memahami kondisi itu.

Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK didampingi AKBP Iwan adalah Wakapolres Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, saat silaturahmi dengan wartawan di Aula Rapat Polres, Kamis (9/12) pagi. (tim/lakeynews.com)

Dengan gestur tubuh serius dan nada sedikit kelakar, pria yang semasa kecil akrab dipanggil Deny itu mempersilakan untuk membuka pintu. Meski dia sendiri diketahui tidak termasuk dalam barisan “ahli hisap”.

“Jika ingin menghisap, bagi para “ahli hisap”, silakan buka pintu,” katanya sambil menunjuk pintu sisi timur ruangan. Sejurus kemudian, Deny pamit untuk menuaikan tugas lain. Selanjutnya, Kapolres didampingi Kasi Humas Marzuki.

Pertemuan tersebut memang benar-benar berlangsung lepas dan mengalir saja. Tidak ada pembukaan, sambutan dan penutupan resmi. Layaknya acara-acara seremonial pada umumnya.

“Kita santai saja. Lepas saja, ya. Tidak usahlah resmi-resmi segala. Ini acara silaturahmi biasa saja di antara kita,” kata AKBP Iwan.

Kebetulan dia sebagai orang baru bertugas di Dompu. Dia ingin mengenal dan lebih dekat dengan saudara-saudaranya yang berprofesi sebagai wartawan.

AKBP Iwan sadar, bahwa pers adalah mitra Polri. Pers dan Polri adalah saudara. Dia ingin hubungan, kemitraan dan persaudaraan antara insan pers dengan kepolisian di daerah ini, berjalan lebih bagus lagi.

Sinergitas Polres Dompu dan jajaran dengan insan pers makin ditingkatkan. “Kita bangun hubungan yang sama-sama menyenangkan dan membahagiakan,” ajak AKBP Iwan.

“Saya tidak mau menggunakan istilah saling menguntungkan, karena konotasinya lain. Dan, tidak bagus ujungnya,” tambahnya.

Menurut dia, media massa plus wartawan di dalamnya merupakan “jembatan seksi” dalam penyebarluasan informasi dan program pemerintah. Termasuk informasi program, terobosan dan kegiatan kepolisian yang disampaikan (dipublikasikan) kepada masyarakat.

Keberadaan media massa saat ini, apalagi media online merupakan kebutuhan. Masyarakat setiap saat bisa dengan mudah mendapatkan (mengakses) informasi tentang apa saja melalui berita media online dan media lainnya.

Hal ini seirama dengan pesan Kapolda NTB Irjen Pol Moh Iqbal, agar para Kapolres dapat merangkul dan bersinergitas dengan insan pers. Media dianggap sebagai penopang, penyokong, serta mitra yang ikut membantu dalam menyukseskan visi-misi dan program institusi kepolisian.

Karena itulah, bertemu insan pers adalah salah satu targetnya diawal bertugas di Polres Dompu. Dia ingin menyerap banyak saran, masukan, bahkan bisikan untuk kebaikan pelayanan publik oleh lembaga kepolisian di seluruh wilayah Kabupaten Dompu.

Sehubungan dengan pers sebagai mitra dan saudara Polres, AKBP Iwan juga ingin hubungan baik yang terbangun selama ini dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi.

Dia tidak ingin ada gesekan antara insan pers dengan kepolisian. Tidak ada masalah antara wartawan dengan anggota atau institusi kepolisian.

“Kalaupun ada, sebenarnya, bukan masalah. Tapi, itu hanya miskomunikasi saja. Dan, bisa diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik,” tandasnya.

Ketika beberapa pimpinan media dan wartawan menyampaikan pandangan, Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat mendengarkan dengan serius dan menanggapi dengan lugas. (tim/lakeynews.com)

Sesuai harapan Kapolres, mencuat masukan dan saran dari beberapa wartawan. Ada juga yang bertanya hingga bernada kritikan.

Misalnya, terkait penanganan kasus-kasus yang berhasil diungkap kepolisian, namun tidak jelas kelanjutan penanganan dan penyelesaiannya. “Tiba-tiba terdengar keluhan masyarakat bahwa tersangka sudah dibebaskan,” kata Nurdin alias Poris, wartawan/editor Berita11.com.

Mereka berharap agar bagaimanapun kelanjutan proses maupun penyelesaian suatu yang pernah diberitakan, kiranya kepolisian terbuka kepada publik (pers). Juga tidak ingin masyarakat mencurigai pers dan kepolisian “bermain”.

Sebelum dan sesudah Poris, juga terlontar beragam pandangan, masukan dan pertanyaan. Antara lain dari Ketua IPJI Dompu Supriyadin dari koran Metro Dompu, Supriyamin dari Koranlensapos.com, Dedi dari koran Realita, Muhammad Tazwed (Ovan) kontributor TVOne dan beberapa orang lainnya.

Penulis (saya) sebagai Ketua Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Dompu dan pimpinan Lakeynews.com, mengambil posisi berbicara terakhir. Selain mengingatkan, juga menyampaikan beberapa masukan demi kemitraan yang lebih baik antara Polres dan insan pers di Dompu.

Kendati belum ada kejadian di Dompu sejauh ini dan sebagai pengingat, saya sampaikan beberapa hal untuk mengingatkan Kapolres Iwan dan jajaran. Terutama menyangkut laporan atau pengaduan terhadap insan pers/media atas karya jurnalistik.

Saya katakan, apapun laporan, siapapun yang melaporkan dan dilaporkan, memang polisi tidak dapat menolaknya. Namun, dalam penanganannya, kepolisian diharapkan dapat menerapkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai lex specialis. Termasuk melalui mekasime Dewan Pers.

Wartawan (media massa), yang karena karya jurnalistiknya, sebaiknya tidak serta merta langsung diproses menggunakan KUHP. Seperti yang diterapkan pada terduga tindak pidana umum dan tertentu lainnya.

Saya tegaskan, jika ada oknum wartawan tersangkut tindak pidana lain (diluar karya jurnalistik), itu beda hal dan lain soal. Misalnya terlibat kasus Narkoba, perzinahan, pemerkosaan, penipuan, penggelapan, perjudian, pencurian dan lainnya.

Terhadap kasus-kasus seperti itu tidak bisa diterapkan UU Pers, walaupun oknum tersebut bagian dari insan pers.

Pertemuan Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat dan jajaran dengan insan pers, diakhiri pose bersama di teras depan Mapolres. (tim/lakeynews.com)

Sehubungan penanganan sengketa pers dan pengaduan terhadap insan pers, saya juga mengingatkan tentang adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dan Kapolri Tahun 2017 lalu. Yang saya tahu, MoU itu masih berlaku dan belum dicabut.

Memperkuat penyampaian Nurdin Poris, saya berharap agar kedepan Polres Dompu lebih membuka dan mempermudah akses pers dalam berkoordinasi, berkomunikasi dan mengonfirmasi kasus-kasus yang ditangani kepolisian. Atau, isu-isu yang berkembang di daerah dan membutuhkan penanganan kepolisian.

Menanggapi berbagai pandangan, masukan, pertanyaan hingga kritikan sejumlah wartawan, Kapolres Iwan menjawab dengan lugas, lepas dan tanpa beban. Dia berjanji akan selalu membuka dan mempermudah akses seluas-luasnya dalam konteks kemitraan Pers dengan Polres Dompu dan jajaran.

Katanya, kedepan tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Dia perintahkan kepada jajarannya untuk membuka dan menyampaikan apa-apa informasi yang dibutuhkan media. Sepanjang itu bukan hal-hal teknis dan bagian yang sangat prinsip dalam penyidikan suatu kasus.

“Silakan tanyakan saja ke teman-teman, ke satuan yang menangani kasus tersebut. Buka saja, sepanjang bukan hal teknis dan tidak mengganggu atau menghambat penyidikan yang dilakukan,” imbuhnya.

Demikan halnya dengan penanganan laporan atau pengaduan terhadap pers. Kapolres Iwan menggaransikan, pihaknya menggunakan UUP Pers. “Diminta atau tidak diminta oleh teman-teman, kami akan tetap pakai UU Pers,” tegasnya. (*)