

DOMPU, Lakeynews.com – PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM), pemilik Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hari ini (5/12) mengumumkan pencapaian tiga juta jam kerja tanpa kecelakaan (3 million hours LTI Free) sejak Januari 2018.
Lost Time Injury atau LTI merupakan jam kerja yang terbuang karena terjadinya kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawan cedera, atau mengalami gangguan fungsional sehingga pekerja tersebut tidak dapat kembali bekerja.
“Pencapaian penting ini mencerminkan upaya STM, karyawan dan kontraktornya untuk selalu menjalankan komitmen penuh keselamatan tempat kerja,” kata Bede Evans, Presiden Direktur STM, dalam siaran pers yang diterima Lakeynews.com, Minggu (5/12).
Menurutnya, kegiatan eksplorasi di industri pertambangan merupakan lingkungan kerja yang sangat berbahaya. “Melihat besarnya risiko tersebut, pencapaian tiga juta jam kerja tanpa kecelakaan merupakan kinerja keselamatan yang luar biasa,” ungkap Bede Evans.
Bede Evans juga mengakui, pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi tanpa budaya kerja yang kuat dan fokus pada keselamatan, di mana setiap karyawan atau kontraktor menyadari pentingnya mengutamakan keselamatan kerja.
“Prinsip kami dalam hal keselamatan kerja sangat sederhana. Keselamatan kerja adalah tanggung jawab setiap orang karena keselamatan kerja penting bagi semua,” tandasnya.
Saat pihaknya memperluas kegiatan eksplorasi, keselamatan kerja akan menjadi semakin penting untuk semua orang yang bekerja denga aman baik di lapangan maupun di kantor.
Sebagai bagian dari upaya mencapai nol kecelakaan kerja (zero harm), PT STM memberdayakan semua karyawan untuk memiliki otoritas dalam hal keselamatan mereka di tempat kerja.
PT. STM mendorong agar karyawan dan kontraktor menyuarakan dan menyampaikan kekhawatiran mereka tentang keselamatan jika mereka merasa tidak aman untuk melakukan pekerjaan tertentu dan mendiskusikan bagaimana pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman.
“Kartu Perintah untuk Menghentikan Pekerjaan” telah diberikan kepada setiap karyawan dan kontraktor, sehingga mereka dapat meminta setiap orang untuk menghentikan pekerjaan apabila dirasa ada sesuatu yang membahayakan.

Untuk merayakan pencapaian rekor keselamatan kerja ini, STM memberikan penghargaan kepada kontraktor atas pencapaian kinerja keselamatannya.
Mereka adalah PT Indodrill Indonesia (Kinerja Keselamatan Terbaik/Best Safety Performance), PT Askimah Ciwi Mandiri (Kinerja Keselamatan Paling Progresif/Most Progressive Safety Performance) dan bapak Ramadoan dari PT Sastra Bara Toga (Dedikasi Terbaik untuk Pengamatan Keselamatan Kerja/Best Dedication for Task Safety Observation).
Saat ini, STM sedang melakukan kegiatan eksplorasi potensi sumber daya mineral tembaga-emas Onto, yang merupakan temuan kelas dunia dan telah diumumkan pada Desember 2019.
Sebagaimana disampaikan Agus Hermawan, Principal Communications Analyst STM, bahwa Deposit Onto adalah salah satu temuan paling signifikan dalam industri pertambangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di dunia. (tim)
