
Muhammad Syahroni: Kemungkinan Penyebab Utamanya Pandemi Covid
–
DOMPU, Lakeynews.com – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Dompu pada tahun 2021 mengalami peningkatan. Namun demikian, persentase kemiskinan penduduk Bumi Nggahi Rawi Pahu masih menjadi yang terkecil di Provinsi NTB.
Demikian rangkuman paparan Sekretaris Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni pada Lakeynews.com, Senin (29/11). Hal yang sama juga diuraikan pria yang akrab disapa Dae Rony itu di media sosial, melalui akun Facebook pribadinya.
Menurut literatur BPS, kata Dae Rony, kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan (yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita per hari) dan bukan makanan (kebutuhan minimum) yang diukur dari sisi pengeluaran.

Sementara jumlah penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Garis kemiskinan itu sendiri merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.
Dae Rony kemudian menguraikan hasil rilis BPS NTB pada 20 November 2021 terkait profil kemiskinan di NTB. Jumlah penduduk miskin di NTB tahun 2021 mengalami kenaikan dibanding tahun 2020. “Fenomena tersebut juga terjadi di Kabupaten Dompu,” ungkapnya.
Dijelaskan, tahun 2020, penduduk miskin di Dompu 30.970 jiwa. Tahun 2021 meningkat menjadi 33.260 jiwa. Atau, secara persentase meningkat dari 12,16 persen (2020) menjadi 12.60 persen (2021).
Rilis BPS NTB juga menunjukan, angka garis kemiskinan tahun 2021 adalah sebesar Rp. 370.120. Meningkat jika dibanding dengan tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 362.142.

Kenapa jumlah dan persentase penduduk miskin pada hampir semua kabupaten dan kota di NTB meningkat?
Menurut Dae Rony, banyak hal yang menjadi penyebabnya. Namun, faktor utama kemungkinan penyebabnya adalah adanya pandemi Covid. “Pandemi Covid ini tentu sangat memengaruhi kemampuan pengeluaran masyarakat,” jelasnya.
“Tapi yang pasti, merujuk pada rilis tersebut, Kabupaten Dompu masih tercatat sebagai kabupaten yang persentase kemiskinan penduduknya terkecil di Provinsi NTB,” sambung Dae Roni.
Disadarinya, peningkatan persentase angka kemiskinan Kabupaten Dompu tahun 2021 itu tentu merupakan “beban”. Membutuhkan kerja keras semua pihak guna mewujudkan pencapaian persentase angka kemiskinan sesuai RPJMD 2021-2026.
Berapa persentase yang hendak dicapai tersebut?
“Persentase kemiskinan Kabupaten Dompu di tahun 2026 nanti adalah sebesar 9,8 persen,” jelas Dae Rony. (ayi)
