

DOMPU, Lakeynews.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’ahad Tahfidh Alquran (MTA) Al-Mubarok Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, memperingati milad ketiga, di kompleks Ponpes setempat, Sabtu (2/10).
Pantauan Lakeynews.com, kegiatan yang mengangkat tema “Dari Al-Mubarok Pajo untuk Keberkahan Umat Islam dan Indonesia” itu, diisi dengan beberapa mata acara.
Mulai dari demo hafalan ayat-ayat suci Alquran, zikir bersama, pembacaan salawat hingga acara puncak. Dilanjutkan pemotongan tumpeng menandai tiga tahun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Ponpes berjargon Hafalan (Hafidz) Alquran itu.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati (Wabup) Dompu H. Syahrul Parsan ST. MM, Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK, unsur TNI, tokoh agama, wali santri dan Persatuan Wali Santri (Perwari). Selain Pimpinan Ponpes MTA Al-Mubarok Ustaz Abdul Muis, S.PdI dan Pembina Ponpes Drs. H. Asikin Ahmad.
Acara diawali dengan pembacaan sari tilawah Alquran oleh Muhamad Sulaiman Abdurrahim dan Nani Anggraini.
Pimpinan Ponpes MTA Al-Mubarok Ustaz Abdul Muis, S.PdI menjelaskan, milad ini rutin dilaksanakan tiap tahun. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dalam berjuang dan berdakwah selama ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, acara tersebut dinilainya sebagai panggung para santri mengekspresikan pengetahuan serta keilmuan yang didapat selama proses KBM maupun ekstrakurikuler.
“Milad juga sebagai wadah mengaktualisasikan segala proses yang telah dilakukan selama tiga tahun berjalan,” Abdul Muis.
MTA Al-Mubarok lahir dari kekuatan umat pada 2018. Dari lahan tempat dibangunnya MTA hingga biaya pembangunan, hampir 80 persen hasil swadaya ustaz, ustazah, yayasan dan wali murid.
“Makanya ada semboyan MTA Al-Mubarok lahir dari kepedulian, kekuatan dan persatuan umat,” jelasnya.
Awal dirintis, jumlah santri hanya 15 orang. Hambatannya saat itu, minimnya sarana penunjang. Untuk KBM, pihak sekolah terpaksa meminjam ruang kelas sekolah lain.

Diceritakan, tahun kedua baru terlihat progres MTA Al-Mubarok. Ponpes yang dipimpinnya meningkat. Jumlah santri yang masuk saat itu 70 orang.
“Tentunya hasil tersebut tidak terlepas dari kerja sama wali murid dalam mensosialisasikan keberadaan MTA Al-Mubarok hingga dikenal luas masyarakat saat ini,” terang Muis.
Pada tahun ketiga, bertepatan Milad saat ini, minat orang tua untuk memasukkan putra-putrinya makin meningkat. Alhasil terdapat 115 santri yang daftar dan diterima di Ponpes tersebut.
Sedangkan Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Tidak kalah banyak peminatnya. Jumlah santrinya telah mencapai 135 orang.
Meski demikian, menurutnya banyak hambatan saat proses KBM di Ponpes dan TPQ yang baru dirintisnya itu.
“Ditengah banyaknya santri, sarana pelengkap dan penujang KBM kami sangat minim saat ini. Kami mengharapkan dan mengetuk hati para dermawan, mengulurkan tangan sekiranya untuk membantu kekurangan kami,” harapnya.

Ustaz Abdul Muis juga berharap kepada Pemkab Dompu kiranya ikut membantu pengadaan saranan pelengkap KBM di Ponpes yang dipimpinnya.
“Sesuai misi Bupati/Wakil Bupati Dompu AKJ-Syah (“Aby” Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan, red), salah satunya melahirkan masyarakat yang religius,” jelas Muis.
Sementara itu, Pembina MTA Al-Mubarok H. Asikin Ahmad, memaparkan lahirnya Ponpes ini sebagai jawaban akan masalah sosial di tengah masyarakat.
Dikatakannya, masa pemerintahan kesultanan Dompu dulu, tatanan pemerintahan dan kebudayaan berlandaskan ajaran Islam. Namun sekarang, seiring berjalannya waktu, pergaulan bebas, Narkoba, hingga penyakit sosial lainnya berdampak menyeluruh hingga pada terdegradasinya (menurunnya) nilai-nilai moral, bahkan akidah.
“Ini adalah masalah yang harus kita jawab bersama. Ponpes adalah penangkal penyakit masyarakat itu. Ponpes lahir bagaimana memasyarakatkan Alquran,” ujar Asikin.
Lebih lanjut Asikin mengharapkan dukungan dan uluran tangan banyak pihak untuk mencapai cita-cita bersama ini. “Kami mohon juga dukungan moril Pemda, dalam hal ini Bupati, di APBD 2022 nanti,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Perwari Ismail MS, S.Sos, mengatakan keberadaan Ponpes MTA Al-Mubarok sebagai upaya memperbaiki tazwid dan mihram hingga berlanjut menghafalkan Alquran dalam rangka memperbaiki akhlak.
“Kalau anak yang memiliki akhlak baik, maka ringan tugas kepolisian dan keamanan,” terang Ismail pada kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Abdurrahim H. Abdul Majid, SE. (fm)
