
BIMA, Lakeynews.com – Seekor lumba-lumba ditemukan warga dalam kondisi mati terdampar di Pantai Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Senin (20/9) pagi.
Lumba-lumba tersebut telah dikuburkan warga bersama unsur pemerintah, langsung di pinggir pantai, tidak jauh dari lokasi penemuan.
Menurut warga setempat, Muhammad Natsir, awalnya lumba-lumba itu ditemukan beberapa warga yang pergi berladang.
Informasi tersebut beredar luas dan begitu cepat. Tak lama kemudian, warga berdatangan di lokasi penemuan lumba-lumba itu.
“Warga berkerumun melihat lumba-lumba yang mati terdampar di pinggir pantai desa kami,” kata Natsir pada Lakeynews.com via telepon WhatsAPP-nya.
Dijelaskan Natsir, terdapat sejumlah luka di sekujur tubuh ikan. Kulitnya terkelupas, mulut mengeluarkan darah dan tercium bau kurang sedap.
Sejumlah warga setempat menduga, mamalia laut dengan panjang satu meter lebih dan bobot sekitar 80 kilogram (Kg) itu, mati terkena bom ikan beberapa hari lalu.
Informasi lain dihimpun media ini menyebutkan, hampir tiap tahun tetap ada lumba-lumba yang mati terbawa arus. Dampak dari gelombang besar.
“Jadi, bukan semata-mata disebabkan pemboman. Faktor lain mungkin karena potasium di wilayah perairan Bima. Wallahu’alam,” kata salah seorang netizen, Erwin di Grup WA Lentera Donggo.
Pada sisi lain, warga berharap Pemda Bima melalui dinas terkait mengintensifkan patroli untuk menjaga ekosistem dan biota laut. Baik dari ulah oknum melakukan pengeboman ikan, maupun membangun kesadaran warga agar membuang sampah pada tempatnya. (fm)
