Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes. (ist/lakeynews.com)

Gatot Gunawan: Besok, Tim Asesor Uji Kompetensi 17 Pejabat Eselon II

DOMPU, Lakeynews.com – Informasi tentang mutasi pejabat lingkup Pemkab Dompu, terutama pejabat eselon II atau Jabatan Tinggi Pratama (JTP) bakal dilakukan dalam waktu dekat, ternyata hanya kabar angin. Isu liar yang tidak jelas sumbernya tersebut, akhirnya mental.

Kabar teranyar yang diperoleh Lakeynews.com Minggu (12/9) malam ini, bahwa waktu pelaksanaan mutasi tersebut belum dapat dipastikan.

“Belum bisa dipastikan kapan mutasi akan dilaksanakan. Masih ada beberapa proses dan tahapan yang harus kita lakukan,” tegas Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes melalui telepon genggamnya, malam ini.

Diketahui, sekitar seminggu terakhir berhembus informasi bahwa pasangan Bupati “Aby” Kader Jaelani dan Wabup H. Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ-Syah) akan segera melakukan mutasi pejabat.

Naifnya, isu tak jelas sumbernya yang berkembang sampai menyebut identitas pejabat tertentu seolah-olah sudah pasti dipercaya untuk menduduki jabatan tertentu.

Namun, informasi yang beredar liar tentang mutasi itu terbantahkan oleh penjelasan Sekda Gatot. “Mutasi pejabat sekarang, tidak segampang dan sesederhana dulu, yang bisa langsung dilakukan begitu saja,” tandas Gatot.

Sekarang ada persyaratannya. Apalagi selevel JTP, harus ada atau dilakukan uji kompetensi dan penilaian kinerja dulu.

Hal tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengelolaan ASN dan PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja ASN.

Memenuhi tuntutan aturan tersebut, Senin (13/9) besok, Tim Asesor akan melakukan uji kompetensi terhadap 17 pejabat Eselon II.

“Tim Asesor akan melakukan assesment bagi 17 pejabat tinggi pratama,” papar Gatot tanpa menyebut nama-nama ke 17 pejabat pejabat eselon II itu.

Mengapa hanya 17 orang? Bagaimana dengan pejabat eselon II lainnya?

“Kalau yang lain, tujuh orang lagi, tidak akan uji kompetensi karena sudah melakukannya saat mengikuti seleksi calon Sekda, beberapa waktu lalu,” jawab Gatot.

Proses itu keharusan dilakukan karena pihaknya taat serta mengikuti mekanisme dan prosedur. “Kita tidak mau melanggar petunjuk dan aturan yang ada,” tegasnya.

Lagi pula, lanjut Gatot, dalam peraturan pemerintah juga ditegaskan, bahwa setiap mutasi JTP harus dikoordinasikan dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara).

“Setelah itu, baru dilakukan seleksi oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel) JTP. Ya, dilakukan seperti seleksi calon Sekda kemarin,” jelas Gatot. (ayi)