Suasana Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 yang dipimpin Wabup Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, di Aula Kantor Wabup, Jumat (10/9) pagi. (feri/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Pemkab Dompu menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) H. Syahrul Parsan, ST, MT, itu berlangsung di Aula Kantor Wabup, Jumat (10/9) pagi.

Hadir dalam rapat tersebut, Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK, Dandim 1614/Dompu Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom, Kalak BPBD Jufri, ST, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.MKes dan Asisten I Setda H. Burhan, SH, para Camat dan sejumlah stakeholder terkait.

Ketika membuka pertemuan itu, Wabup mengatakan, target vaksin  secara nasional harus mencapai 70 persen. “Namun, yang terlaksana di Dompu baru sekitar 16,3 persen. Masih banyak target yang belum tercapai,” ungkapnya dalam sambutan.

Sesuai data, jelasnya, penduduk yang harus menerima vaksin sebanyak 174.467 orang. Tetapi yang terlaksana sebanyak 28.145 orang. “Itupun baru dosis satu. Sedangkan yang menerima dosis dua baru tujuh persen,” beber pada Lakeynews.com, usai rapat.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, sejauh ini pihaknya bersama petugas gugus Covid sudah mendatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menganjurkan agar melakukan vaksin.

Bagi yang tidak bisa divaksin berdasarkan keterangan dokter karena pertimbangan kemorbid (penyakit penyerta) tidak bisa dipaksakan, karena membahayakan kesehatan yang bersangkutan.

Wabup yakin target vaksin nasional akan segera tercapai dalam waktu dekat. Caranya, para Camat diinstruksikan segera memerintahkan semua kepala desa di wilayahnya agar mengarahkan warganya untuk segera melakukan vaksin.

Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si, mengaku, pihaknya bersama petugas gugus Covid akan membuat gerakan vaksin masuk kampus, vaksin masuk sekolah dan vaksin masuk desa.

Jufri meyakinkan, pihaknya bersama tim gugus Covid, dalam 50 hari kedepan target vaksin akan segera tercapai.

Kadikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.MKes, saat diwawancarai Lakeynews.com tentang penanganan Covid-19. (tim/lakeynews.com)

Sementara itu, Kadikes  Hj. Iris Juita Kastianti yang juga ditemui media ini usai rapat menjelaskan, tim kesehatan, tim vaksinator tiap kecamatan dan Puskesmas tidak menemui kendala teknis saat melakukan vaksin.

Hanya saja, masyarakat sekarang tidak proaktif. Kandala lain, masyarakat lebih banyak yang percaya dengan informasi bohong (hoax) tentang dampak vaksin, sehingga enggan dan takut divaksin.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin melalui Posyandu Keluarga di tiap dusun yang dibentuk sebelumnya.

Hj. Iris sendiri sudah tiga kali menerima suntikan vaksin. Ada rekomendasi dokter dibolehkannya vaksin, diapun divaksin. “Alhamdulillah saya sehat saja, meski sebelum itu saya punya riwayat penyakit penyerta (kemorbid),” kata Hj. Iris.

“Tetapi jika ada kontra indikasi tidak boleh diberikan atau dipaksakan vaksin karena pertimbangan kemorbid,” sambungnya. (fm)