
Diantaranya, Renovasi Masjid Nangadoro Berusia 70-an Tahun
–
DOMPU, Lakeynews.com – PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM) memiliki komitmen tinggi terhadap masyarakat lokal. Terutama di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perusahaan tambang itu juga terus mewujudkan komitmennya untuk melanjutkan eksplorasi Proyek Hu’u dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Presiden Direktur PT. STM Bede Evans, sampai saat ini, ada tiga proyek tahun 2021 yang diperuntukkan bagi warga di sana.
Salah satu dari tiga proyek tersebut, Renovasi Total Masjid Dusun Nangadoro, Desa Hu’u. Masjid yang diketahui sudah berusia 70-an tahun itu dirobohkan dulu, lalu dilakukan pembangunan baru.
Kedua, pembangunan kembali Puskesmas Pembantu di Desa Marada, berikut kelengkapan sarana dan prasarananya.
Dan, ketiga, Pengeboran Sumur Dalam untuk menyediakan air bersih bagi warga di desa Nangadoro dan Marada.
Bede Evans berharap, proyek-proyek itu selesai pada awal 2022. “Setelah selesai dikerjakan, ketiga proyek ini akan memberi manfaat bagi lebih dari 1.000 penduduk di dua desa tersebut,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Lakeynews.com, Kamis (2/9/2021).
Ketiga proyek pengembangan masyarakat yang diluncurkan itu sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) 2021-2025 PT. STM di Kecamatan Hu’u yang telah disahkan awal tahun 2021.
RIPPM tersebut untuk memberikan arahan perencanaan dan pelaksanaan proyek pengembangan masyarakat jangka panjang yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. Tentu dengan melibatkan anggota masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi, melaksanakan dan mengevaluasi proyek pengembangan masyarakat di masing-masing desa mereka.
RIPPM 2021-2025 itu juga telah sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan pemegang izin pertambangan untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat sekitar. Hal ini juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sejak 2012, Gelontorkan Rp. 25 Miliar untuk Pengembangan Masyarakat
Lebih jauh dijelaskan Bede Evans, sejak 2012, STM telah menginvestasikan sekitar Rp. 25 miliar untuk program pengembangan masyarakat. Tahun 2020 saja, STM menggelontorkan sekitar Rp 7,2 miliar untuk pengembangan usaha kecil-menengah, pertanian, pendidikan, kesehatan dan proyek pembangunan desa.
Meski masih dalam tahap studi kelayakan untuk mengeksplorasi sejauh mana cadangan mineral tembaga Proyek Hu’u, pihaknya sangat menghargai dukungan yang ditunjukkan masyarakat kepada PT. STM.
Beberapa tahun lagi, PT. STM masih harus melakukan studi kelayakan untuk menentukan apakah tambang tembaga ini layak. “Untuk itu, kami tetap berkomitmen untuk melaksanakan program pengembangan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pekerjaan Proyek Hu’u yang berkelanjutan,” tegas Bede Evans.
Bede Evans kemudian menguraikan, potensi mineral Onto pertama kali diumumkan pada Desember 2019. Estimasi total sumber daya mineral terindikasi sebesar 0,76 miliar ton (Bt) @0,93% Tembaga dan 0,56 g/t Emas. Sedangkan total sumber daya tereka sebesar 0,96 Bt @ 0,87% Tembaga dan 0,44 g/t Emas. Atau, setara dengan total 1,7 Bt @0,89% Tembaga dan 0,49 g/t Emas.
Selain sumber daya ini, target eksplorasi 0,6-1,7 Bt @0,2-0,7% Tembaga dan 0,1-0,3 g/t Emas telah ditetapkan di sekitar potensi sumber daya Onto.
“STM akan melanjutkan pengeboran di dalam dan di sekitar sumber daya mineral Onto untuk menentukan margin dan kedalaman mineralisasi,” jelas Bede Evans.
Potensi sumber daya mineral Onto, lanjutnya, salah satu penemuan paling signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di dunia.
Di luar itu, potensi sumber daya mineral Onto, jika direalisasikan, akan memberikan peluang luar biasa bagi pertumbuhan dan pekembangan ekonomi. “Terutama bagi masyarakat di Dompu dan Bima,” paparnya. (tim)
