
Awal-awal Jadi Sekda Dompu, Langsung Eksekusi Perintah Bupati
–
TIDAK menunggu waktu lama bagi Gatot Gunawan untuk mengeksekusi sejumlah perintah dan amanah Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ).
Satu persatu perintah saat dirinya dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu tersebut ditunaikan Gatot. Bahkan, langsung dimulai pada keesokan harinya (sehari) setelah dilantik.
Pemilik nama lengkap Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM, M.M.Kes itu dilantik sebagai “komandan” ASN Kabupaten Dompu pada Senin (30/8/2021).
Besoknya, Selasa, pria yang akrab disapa Pak Toto itu langsung masuk kerja dan merupakan hari pertamanya sebagai Sekda di daerah bermoto Dana Nggahi Rawi Pahu.
Apa saja aktivitas Gatot diawal-awal menjabat Sekda? Baik sebagai tindak lanjut amanah atasannya maupun yang menjadi Tupoksinya dalam tugas-tugas pembantuan di pemerintahan AKJ-Syah?
Berdasarkan pantauan Lakeynews.com yang diperkuat dengan wawancara, diketahui beberapa agenda yang dijalankan Gatot.
Antara lain, pertemuan Staf Ahli Bupati, Kabag dan Kasubag lingkup Setda pada pagi hari Selasa. Kemudian siangnya mengikuti Rakor Pengawasan Daerah dan Launching Program Monitoring Centre for Prevention (MCP).
Selanjutnya pada malam hari dilanjutkan dengan rapat khusus dan membahas hal-hal teknis bersama para Asisten Setda.

Keesokan harinya, Rabu (1/9/2021) pagi pertemuan dan rapat dengan pihak Balai POM bersama lintas sektoral.
Siangnya dilanjutkan dengan rapat persiapan MTQ Kabupaten Dompu.
Salah satu perintah Bupati AKJ kepada Gatot ketika dilantik di Aula Pendopo Bupati, melakukan konsolidasi organisasi. Gatot diminta segera berkoordinasi dengan para pejabat di Setda dan OPD-OPD lingkup Pemkab Dompu. Disamping beberapa instruksi lainnya.
Baca juga: Bupati AKJ Yakin Gatot Mampu Bantu Wujudkan “Dompu Mashur”
Menindaklanjuti perintah itu, Selasa (31/8/2021) pagi, Gatot menggelar pertemuan dengan para Staf Ahli Bupati, Kabag, Kasubag lingkup Setda di ruang rapat Bupati.
Pertemuan itu sekaligus perkenalan Gatot sebagai pejabat baru Sekda.
“Kita berkumpul semua. Ya, sekadar perkenalan saya sebagai pejabat baru (Sekda),” kata Gatot pada media ini.
Walaupun semua pejabat itu sudah mengenalnya, namun selama ini posisi Gatot sebagai “tamu” di Setda. “Tetapi sekarang, saya sudah menjadi bagian dari mereka dan berkantor di Setda,” sambungnya.
Dalam pertemuan itu dibicarakan hal-hal ringan, namun berpengaruh besar bagi kelancaran tugas mereka, bagi pelayanan publik dan kemaslahatan daerah dan masyarakat Dompu.
“Kita bicara yang ringan-ringan saja,” tuturnya.
Meski demikian, Gatot Gunawan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Pada momen itu, dia meminta dukungan dari para pejabat tersebut. Gatot mengajak mereka semua untuk tetap bersatu dan kompak dalam satu tim kerja.
Dengan kekompakan dan kebersamaan, menurutnya, seberat dan sebesar apapun beban pekerjaan yang dihadapi akan terasa ringan.
Gatot juga menekankan kepada tim kerjanya itu untuk tetap fokus pada Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. “Kita ingin maksimalkan tugas,” paparnya.
Sehubungan dengan Tupoksi para Asisten misalnya. Gatot mengharapkan agar lebih meningkatkan perannya dalam membantu Sekda, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan OPD. Tentu sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang dimiliki.
Dengan demikian, apapun masalah di lapangan bisa dianalisa, dikaji, diantisipasi, sehingga bisa memberikan telaahan yang tepat kepada pimpinan (Bupati/Wabup).
“Jangan sampai nanti, setelah ada masalah baru bergerak. Jadi, sebelum ada masalah kita antisipasi. Paling tidak, kita bisa eliminir agar tidak sampai menjadi masalah besar dan berat,” tandasnya.
Gatot juga mengajak Tim Work barunya untuk menindaklanjuti amanat Bupati agar segera menyusun Rancangan APBD Perubahan Tahun 2021. Termasuk mempersiapkan RAPBD Tahun 2022.
Tapi yang mendesak dan lebih dulu dikerjakan adalah RAPBD Perubahan 2021. Kemudian perubahan struktur organisasi, dari jabatan struktural ke fungsional.
Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan rapat khusus dan teknis sesuai bidang tugas para asisten, Selasa malam. “Kita perkuat dulu yang di dalam Setda, baru kemudian SKPD-SKPD (OPD-OPD),” jelas Gatot.
Terkait kegiatan ini, Gatot mengajak dan melibatkan Bappeda-Litbang untuk pemaparan RPJMD yang di dalamnya memuat visi-misi Bupati/Wabup ini.
Walaupun begitu, para OPD sudah menyusun kerangka, termasuk tujuan dan sasaran untuk menuju atau mewujudkan DOMPU MASHUR. “Tentu berdasarkan indikator masing-masing program yang ada di tiap OPD,” urainya.
Pada siang hari pertama sebagai Sekda juga, Gatot bersama Inspektur Inspektorat Dompu Drs H. Muhibuddin, M.Si dan Kepala BPKAD Muhammad, ST, mengikuti Rakor Pengawasan Daerah dan Launching Program Monitoring Centre for Prevention (MCP).
Kegiatan itu diadakan Kemendagri bersama KPK dan BPKP. Gatot, Muhibuddin dan Muhammad mengikutinya secara virtual di ruang rapat/kerja Sekda.
“Ini lebih pada integrasi pengawasan tentang capaian kinerja daerah, yang dipantau bersama oleh KPK, BPKP dan Kemendagri,” jelas Gatot.
Keesokan harinya, Rabu (1/9/2021) pagi, kegiatan Gatot adalah pertemuan dan rapat dengan pihak Balai POM. Rapat dengan belasan anggota rombongan BPOM itu dilakukan bersama lintas sektor terkait.
Baru kemudian siangnya dilanjutkan dengan rapat persiapan MTQ Kabupaten Dompu.
“Tegas tidak Harus Marah-marah”
Sebelum dipilih, Di-SK-kan dan dilantik oleh Bupati, tidak sedikit orang yang meremehkan, menganggap lemah, serta meragukan kemampuan dan ketegasan Anda (dalam pengertian luas). Bagaimana tanggapan Anda?
Jika ada yang beranggapan atau menilainya tidak mampu, Gatot hanya menanggapin datar. Baginya sangat tidak mungkin melarang orang lain menilai seseorang.
Demikian hal yang berkaitan dengan urusan ketegasan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban.
“Begini. Tegas itu tidak mesti kita tunjukkan secara fisik. Misalnya dengan kita membentak-bentak, marah-marah, mencaci maki orang atau bawahan,” jawab Gatot.
Menurutnya, tegas itu adalah konsisten, taat dan patuh pada aturan, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dan menjadi pijakan.
Kalau orang tidak melanggar aturan, lanjutnya, tidak mungkin ditindak. Apalagi sampai melaksanakan tindakan tegas. “Itu tidak bisa,” tegasnya.
“Mengambil tindakan terhadap suatu pelanggaran, dan tidak menindak orang yang tidak bersalah, itu bagian dari ketegasan,” tambah Gatot.
Prinsip dia, berjalan sesuai koridor, tidak keluar konteks, tidak mudah goyah dalam menegakkan aturan. “Itulah tegas yang sesungguhnya,” tutur Gatot.
Sebelum mengakhiri wawancara, Gatot meminta dukungan semua pihak, semua elemen, termasuk pers.
“Mohon teman-teman wartawan juga
dukung saya. Kawal tugas dan kerja kami agar senatiasa berjalan di atas rel yang benar,” pintanya. (sarwon al khan)
