
DOMPU, Lakeynews.com – PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM) memberikan klarifikasi terkait kesan tertutup pada pers (media dan wartawan) di Kabupaten Dompu.
Klarifikasi tersebut disampaikan Communications Manager (Manajer Komunikasi) PT. STM Agus Hermawan, Senin (30/8/2021) sore.
Persisnya, saat Media Briefing dan Silaturahmi PT. STM dengan insan pers Dompu, di Cafe Uma Tua, Lingkungan Rabalaju, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu.
Beberapa saat sebelum berakhirnya pertemuan tersebut, Pimpinan Media Online Lakeynews.com Sarwon Al Khan, angkat bicara. Dia menyoroti sekaligus melontarkan dua pertanyaan terkait hubungan antara media massa di Dompu dengan PT. STM.
Salah satu diantaranya dan kerap dikeluhkan wartawan selama ini, bahwa PT. STM menunjukkan kesan tertutup pada pers. Media (wartawan) kesulitan ketika hendak mengonfirmasi atau meminta tanggapan perusahaan itu atas isu-isu tertentu.
“Bahkan, PT. STM sendiri nyaris tidak pernah membangun komunikasi langsung dengan media. Kira-kira apa yang membuat PT. STM bersikap demikian,” tanya Sarwon.
Kedua, sebut Sarwon, sejauh ini, jika PT. STM hendak berhubungan atau berkomunikasi dengan media di Dompu, perusahaan tambang ini tidak langsung melakukan sendiri. PT. STM justru menggunakan jasa pihak ketiga, yakni konsultan.
“Mohon penjelasan Pak Agus, mengapa harus seperti itu,” tanya Sarwon lagi.

Mengawali tanggapan atas pertanyaan-pertanyaan itu, Agus mengakui, pada prinsipnya informasi media sangat penting bagi PT. STM.
“Informasi tentang kegiatan STM yang disampaikan ke masyarakat melalui media, juga sangat penting bagi kami,” tutur pria yang memiliki segudang pengalaman di sejumlah perusahaan terkait berhubungan dengan wartawan itu.
Kalau pada masa lalu muncul kesan PT. STM seolah-olah menutup diri dari media, dengan elegan Agus mengatakan, sebetulnya tidak demikian.
“Masalahnya, waktu itu, hanya tidak ada yang khusus “menangani” media,” jelas pria yang sudah familiar dengan insan pers itu.
Disamping itu, lanjut Agus, kalaupun ada yang ditugaskan untuk berhubungan dengan media, kadang mereka belum memahami. Atau, takut (enggan) memberikan statemen maupun tanggapan.
“Mereka khawatir keliru. Takut salah. Sebab, kalau keliru, akan dimintai pertanggungjawabannya oleh pimpinan,” ungkapnya.
Mengapa?
“Hal ini karena tidak semua informasi yang ada di dalam, boleh keluar. Tetapi dipilah dan dipilih,” jelas Agus.
Agus sangat menyadari, media (wartawan) adalah partnernya. Pihaknya akan berusaha membangun hubungan dan komunikasi yang lebih bagus dan intens lagi dengan media.
Cuma di Departemen Komunikasi PT. STM saat ini, hanya Agus sendiri. Karena itu, dia tetap meminta bantuan konsultan untuk mengomunikasikan dengan insan pers.
Termasuk dalam hal mengundang media/wartawan ketika ada kegiatan seperti di Cafe Uma Tua, sore hari itu. “Tidak mungkin saya mampu tangani sendiri, sementara saya banyak kegiatan (pekerjaan) lain,” paparnya.
Kini melalui Agus, PT. STM lebih membuka diri. “Kalau ada hal-hal yang hendak dikonfirmasikan, silakan langsung ke saya,” sarannya.
Agus memastikan, HP-nya selalu hidup 24 jam. Pada malam sekalipun, WA-nya tetap aktif. Walaupun kadang pesan (malam)-nya tidak langsung dia karena mungkin sudah tidur.
Namun, dia yakinkan, bahwa setiap pesan atau permintaan konfirmasi dari media/wartawan tetap dibalasnya.
“Setelah saya baca pesan teman-teman, saya tetap balas. Begitu baca pesan, saya konfirmasi ke teman-teman bagian eksternal, lalu saya akan balas ke media,” janjinya. (tim)
