
DOMPU, Lakeynews.com – Hingga Jumat (6/8/2021) malam ini, kepolisian masih mendalami motif Sumarsono Hadi (L/50), penjual Sembako di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon jambu mente.
“Motif almarhum gantung diri belum bisa dipastikan. Kita masih dalami,” kata Kapolres Dompu melalui Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik, SH pada Lakeynews.com via telepon genggamnya.
Menurutnya, pagi menjelang siang tadi, sekitar pukul 10.30 Wita, almarhum ditemukan meninggal dengan posisi tergantung di pohon jambu mente. Lehernya terikat tali rafia. Persisnya, di kebun jambu mente milik warga, di Jalan Lintas Manggelewa – Kilo, Dusun Suka Mulya, Desa Kampasi Meci, Manggelewa.

Almarhum ditemukan Refail (L/15), pelajar beralamat di Dusun Pada Suka, Desa Kampasi Meci. Saat itu, Refail bersama bapaknya, Mursalim ke kebun untuk memetik jambu mente.
Sampai di kebun, orang tua Refail istirahat di gubuk kebun. Sedangkan Refail memetik jambu mente. “Saat itulah, Refail melihat seorang pria tergantung di pohon jambu mente. Jaraknya sekitar 30 meter dari posisi Refail,” jelas Malik.
Refail kemudian memberitahukan hal itu kepada orang tuanya. Lalu, Mursalim menghubungi Kades Kampasi Meci dan pemerintah desa setempat, yang menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kampasi Meci.
Menurut salah seorang tetangga almarhum, Inak Putri bahwa almarhum meninggalkan rumah untuk berjualan Sembako, dengan mengendarai sepeda motor pada Rabu (4/8/2021) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita.
Sejak saat itu, lanjut Malik, Inaq Putri tidak pernah melihat lagi almarhum pulang ke rumahnya. Hingga akhirnya mendengar kabar, almarhum ditemukan meninggal gantung diri.
Mengetahui hal tersebut sekitar pukul 10.40 Wita, anggota Polsek Manggelewa bersama anggota Koramil Manggelewa terjun ke lokasi kejadian. Selanjutnya mengamankan TKP dengan memasang garis polisi.
Tak lama Tim Inafis Polres Dompu yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, S.IK bersama Tim Medis dari Puskesmas Soriutu, juga tiba di TKP.
Mereka langsung mengamankan TKP dan melakukan identifikasi. “Jenazah almarhum kemudian dibawa ke Puskesmas Soriutu untuk pemeriksaan luar,” papar Malik.
Pada sisi lain, Kapolsek Abdul Malik begitu mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Kampasi Meci, langsung memerintahkan personel piket yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Syahrir, S.Sos, meluncur ke TKP.
Dijelaskan Malik, setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan luar di Puskesmas Soriutu, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Lanci Jaya. Sedangkan personel Polsek Manggelewa maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa tetap melakukan penggalangan terhadap Toma, Toga dan tokoh pemuda desa setempat. (tim)
