
Ketua Komisi I Buat Surat Terbuka kepada Gubernur dan Bupati
DOMPU, Lakeynews.com – Kabupaten Dompu kini dilanda darurat oksigen, terutama untuk pasien di RSUD Dana Nggahi Rawi Pahu.
Selain darurat oksigen, pasien isolasi di RSUD Dompu juga ditumpuk seperti pasien umum. Pasien dengan beragam keluhan dan latar belakang bercampur jadi satu dalam sebuah ruangan.
Terkait kondisi itu, Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun membuat Surat Terbuka. Surat itu ditujukan secara khusus kepada Gubernur NTB dan Bupati Dompu.

Berikut petikan surat terbuka politisi NasDem yang dia unggah melalui akun FB pribadinya “Muttakun Rumah Aspirasi Kita”;
“Surat Terbuka
Perihal : Darurat Tabung Oksigen di RSUD Dompu
Kepada Yth.
- Gubernur NTB
- Bupati Dompu
Masing2
Di-
Tempat
Dengan hormat,
Disampaikan bahwa saat ini kami telah menerima informasi baik dari medsos maupun hasil konfirmasi langsung dengan pihak humas RSUD Kab. Dompu bahwa jumlah pasien dengan gejala sesak napas di RSUD telah melebihi kapasitas produksi tabung oksigen yang hanya mampu dipenuhi oleh Pihak Ketiga sebanyak maksimal 27 Tabung Per Hari.
Saat ini pasien sesak napas yang sedang ditangani oleh pihak RSUD SDH mencapai 48 Pasien bahkan akan makin bertambah sehingga jika tidak segera dipikirkan langkah pengadaan tabung oksigen maka kematian akan segera menjemput para pasien sesak napas yang hidupnya saat ini sangat bergantung oleh adanya stok oksigen.
Mengajak Gubernur NTB dan Bupati Dompu untuk memikirkan dan segera menemukan jalan bagi tersedianya tabung oksigen dalam waktu cepat dengan jumlah yang melebihi pasien sesak napas yang ada di RSUD Dompu saat ini.
Dompu Darurat Tabung Oksigen…!!!
Selamatkan segera pasien yang terancam kekurangan oksigen.
Negara harus segera hadir memasok tabung oksigen ke RSUD Dompu…
Save Pasien Sesak Napas…
Save Dokter dan Para Nakes di RSUD Dompu…”
Surat terbuka Muttakun tersebut langsung direspon pejabat Pemprov NTB. Salah satunya, Kadis Nakeswan drh. Khairul Akbar.
Mantan salah satu Kabid di Bappeda dan Litbang Dompu itu mengaku, sudah meng-copas dan meneruskan surat Muttakun itu Grup WA pimpinan.
“Kebutuhan oksigen di RSUD Dompu Dompu bisa berkoordinasi dengan RS Sumbawa, dimana RS tersebut memiliki mesin penghasil oksigen dengan kapasitas 25 tabung per hari dan bisa di-update. Jadi kurang lebih 35 tabung per hari,” papar Khairul Akbar mengutip jawaban dan respon dari Direktur RSUP NTB.
Pasien Isolasi Ditumpuk
Selain darurat oksigen, pasien isolasi di RSUD Dompu juga ditumpuk seperti pasien umum. Pasien dengan beragam keluhan dan latar belakang bercampur jadi satu dalam sebuah ruangan.
Ruangan tersebut dirasa pengap dan gerah. “Jangankan kita yang sedang sakit, orang sehat pun kalau berada di ruangan ini selama beberapa hari bisa sakit,” keluh beberapa pasien dan keluarganya.
Terhadap hal ini pun, Muttakun meminta kepada Bupati dan pihak RSUD Dompu agar memberikan perhatian serius.
“Insya Allah, besok (Rabu, 28/7) kami akan cek ke sana,” janji anggota dewan Muttakun.
Pihak RSUD Dompu, hingga berita ini diunggah, belum diperoleh tanggapannya, terutama soal kebijakan menumpuk pasien isolasi.
Humas Rumah Sakit setempat Ida Royani, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya pun belum memberikan komentar. (tim)
