Plt. Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, SP, MM alias Dae Rony di dua kesempatan berbeda. (ist/lakeynews.com)

CATATAN:
Sarwon Al Khan, Dompu

JIKA ada lomba “perumpamaan” atau “pengidentikkan”, maka, Plt. Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, SP, MM, masuk nominasi juara.

Perumpamaan yang dia sampaikan logis, realistis, terukur, faktual dan aktual.

Menariknya, perumpamaan yang dia sampaikan kali ini menyangkut kinerja ASN dan birokrasi. Dunia yang sudah digelutinya sekian lama.

Birokrasi Pemkab Dompu diibaratkan Tim Sepakbola yang akan mengikuti suatu kompetisi. Saat ini, “Skuad” Birokrasi Pemkab Dompu terkesan sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Harus diikui Tim Birokrasi Pemda Dompu masih dalam kondisi yang relatif belum (kurang) stabil. Belum optimal dalam melakukan persiapan menjelang kejuaraan,” kata pria yang akrab disapa Dae Rony itu.

Kenapa belum stabil? Hal apa saja yang menjadi penyebabnya?

“Banyak penyebabnya. Antara lain, belum adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,” jawabnya.

Sehingga hal tersebut berakibat pada kesolidan dalam kerja sama tim terganggu. Kinerja tim masih dan terus dihantui oleh “cidera” lantaran Refocusing dan Rasionalisasi Anggaran.

Faktor lain penyebab cenderung lemahnya skuad Pemkab Dompu, adanya tekanan (pressure) kebijakan pusat dalam hal reformasi birokrasi. Baik menyangkut penyederhanaan struktur birokrasi maupun pengalihan jabatan struktural ke fungsional.

“Diakui atau tidak, adanya presurre ini tentu akan mengganggu irama persiapan tim,” papar Dae Rony.

Dan, itu, belum lagi target dari “manajer tim”. Terutama menyangkut optimalisasi peran dalam mendukung dan mewujudkan DOMPU MASHUR.

Bagaimanapun, tentu target ini akan menjadi beban dan tanggung jawab bagi tim secara keseluruhan untuk mewujudkannya. “Waktunya pun relatif singkat,” ujarnya.

Tantangann Tim Birokrasi Pemkab Dompu sekarang dan kedepan besar dan beragam. Baik internal maupun eksternal. Sehingga tidak bisa dieksekusi dengan setengah hati.

“Ini butuh kerja keras, kerja sama dan kekompakan tim,” sambung Dae Rony.

Menghadapi kondisi dan berbagai tantangan (antara lain disebutkan di atas), saat ini Tim Pemkab Dompu dibutuhkan dan harus para pemain yang berkualitas dan sesuai.

Hal yang tidak kalah penting dan harus disegerakan adalah menentukan seorang jenderal lapangan. Kapten kesebelasan yang tentunya mumpuni dan paripurna.

Dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) yang diketahui sekarang “bola” tengah di Pansel (panitia seleksi).

Kapten tim yang sangat dibutuhkan adalah figur yang berkarakter kuat, bisa mengayomi dan diterima semua pemain.

Kapten tim yang berfungsi sebagai play maker tangguh, bisa mengatur irama permainan. Tahu persis kapan harus menyerang dan kapan pula bertahan.

“Kapten Tim ini tentu memiliki skill individu yang relatif lebih baik dan jiwa leadership menonjol, baik di dalam maupun luar lapangan,” urai Dae Rony.

Sekali lagi, manajemen Tim Birokrasi Pemkab Dompu sedang mencari, menjaring dan menyeleksi figur kapten terbaik.

Bahkan, telah tersaring beberapa nama pemain terbaik, dinilai layak dan memenuhi syarat untuk menyandang Ban Kapten.

Akhirnya, Dae Rony mengucapkan, “Selamat berkompetisi dan mengikuti seleksi para senior terbaik.” (*)