Penulis dr. Fitratul Ramadhan (Dokter Fit), menjalani suntikan vaksin. (ist/lakeynews.com)

Oleh: dr. Fitratul Ramadhan *)

Mari kita bahas pelan-pelan

Pertama, Vaksin menjamin 65 persen untuk menangkal Virus Covid. Yang terjadi di kebanyakan orang, setelah divaksin, buka masker dan menganggap diri sudah kebal. Dia lupa ada angka kemungkinan 35 persen masih bisa kena Covid-19 .

Kedua, Vaksin itu ada efek sampingnya. Efek sampingnya mirip dengan gejala awal Covid, kadang demam atau lemas. Jadi bila ada hal demikian segera kembali ke fasilitas kesehatan, bukannya diumumkan di media sosial.

Apakah dengan memosting di media sosial, demam bisa reda? Kembali kuat?

Yang terjadi malah imun Anda kembali lemah karena yang ada, jawaban ditakut-takui. Akhirnya virus Covid-nya gampang masuk deh.

Obat penurun panas semacam Paracetamol saja pernah dilaporkan membawa kasus meninggal setelah orang meminumya, karena setiap obat itu kadang ada efek alergi atau efek samping lainnya tergantung tubuh seseorang.

Ketiga, Vaksin itu perlu persiapan dan yang penting kejujuran. Bila Anda ada keluhan apapun pada dua minggu atau satu bulan terakhir, disampaikan ke petugas vaksin sebagai bahan pertimbangan lanjut vaksin atau tidak.

Keempat, Sebagai saran. Bila mau vaksin, pastikan dua minggu sebelum vaksin Anda sudah taat protokol pencegahan Covid-19 (5M).

Tapi kalau Anda pergi vaksin, sementara beberapa hari sebelumnya Anda tidak pernah pakai masker, tidak teratur cuci tangan, kumpul-kumpul tanpa masker, terus anda divaksin (walaupun tidak ada gejala sebelumnya), maka bisa saja kejadian beberapa hari kemudian Anda positif Covid-19. Itu virus kemungkinan sudah ada ditubuh Anda sebelum divaksin.


Virus Covid-19 bisa tanpa gejala 5 sampai 7 hari setelah masuk tubuh Anda (ini sudah diteliti oleh Profesor Kesehatan. Bukan Profesor Google apalagi Profesor FB).

Kelima, Kenapasih harus vaksin? Di sebagian penelitian, vaksin ini mencegah kondisi perburukan saat Anda terpapar Covid-19. Yang tidak divaksin, gejala berat atau kritis. Yang divaksin paling gejala ringan, sedang bahkan tanpa gejala.

Keenam, Kapan Antibodi/kekebalan terbentuk setelah divaksin? Vaksin Itu dosisnya 2x. Ada yang berjarak 2 sampai 4 minggu, ada juga yang berjarak 12 minggu lagi. Minimal 1 bulan setelah disuntik kedua baru ada kekebalan. Jadi, selama itu wajib Taat Prokes.

Ketujuh, Vaksin Konspirasi? Di Saudi Arabia tempat kiblat umat muslim juga divaksin dan percaya Covid, masjid dibatasi.

Seberapa sih tingkat keimanan dan ketakwaan atau ilmu agama kita dibanding imam-imam di sana?

Mungkin terjemahan Surah Al-Faatihah yang kita baca tiap salat saja masih amburadul, tapi berani bilang konspirasi menghancurkan umat.

Memang di Cina, Eropa atau Amerika sana tidak ada yang mati dengan Covid? Klik Googlenya tolong diperluas dan paketnya diperbanyak, supaya tidak sering nonton ceramah sepotong-sepotong.

Terakhir saya mengutip sebuah hadist; “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Tolong kita tanamkan ini, ambil peran yang baik di kehidupan Anda, kerjakan perbuatan positif yang bisa Anda lakukan. Berhentilah menghasut, membenci dengan apa yang Anda tidak punya bekal ilmu di dalamnya.

Salam Damai dan Cinta dari Nakes yang selalu menerima Anda yang membutuhkan kami walaupun Anda pernah ber-suuzan terhadap kami.

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Aamiin YRA. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Saat ini juga mengabdi di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang.