Aksi pemblokiran jalan disertai pembakaran kayu dan ban bekas di Jalan Lintas Ria Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Selasa (22/6). (ist/lakeynews.com)

Pendukung Salahuddin Protes Hasil Pilkades Mumbu

.

DOMPU, Lakeynews.com – Aksi blokir jalan dan penyegelan fasilitas umum kerap terjadi di Kabupaten Dompu. Pengamatan media ini, aksi-aksi itu menjadi bagian alternatif ampuh bagi kelompok tertentu dalam menyampaikan protes, tuntutan (aspirasi)-nya agar segera didengarkan, diakomodir, direspon dan ditindaklanjuti.

Yang memprihatinkan, tindakan yang cenderung merugikan kepentingan lebih luas itu, selain “ngetren” juga seolah mentradisi dan “tunduk” pada kehendak massa yang beraksi tersebut.

Peristiwa teranyar terjadi pagi Selasa (22/6) tadi. Pemblokiran terjadi Jalan Lintas Ria Desa Mumbu, Kecamatan Woja.

Tindakan tersebut sebagai bentuk protes massa pendukung salah seorang Cakades Mumbu, Salahuddin (Nomor Urut 4) yang tidak terpilih pada Pilkades beberapa hari lalu.

Massa memblokir jalan raya itu dengan berbagai benda. Selain itu, pemblokiran jalan disertai dengan pembakaran ban bekas, kayu dan lainnya.

Kasi Humas Polres Dompu IPDA Handik Wajaksono, tidak menafikan pemblokiran jalan tersebut sebagai bentuk protes massa pendukung Salahuddin yang tidak puas dengan hasil Pilkades.

“Pendukung calon Kades Mumbu, Salahuddin menuntut dilakukan penghitungan ulang surat suara Pilkades,” ungkap Handik dalam pernyataan persnya.

Massa, lanjut Handik, juga meminta transparansi C1 Saksi di TPS 5 Dusun Mekar Sari. Alasannya, saat diminta oleh Adi Candra yang bertugas sebagai Calon Kades Nomor 4 (Salahuddin), KPPS 5 tidak memberikannya.

“Para pendukung Salahuddin meminta kepada panitia Pilkades, mencocokkan C1 untuk saksi dan C1 Pleno,” papar Handik.

Kanit Intelkam Polsek Woja AIPTU Sumaharto (kiri, topi terbalik), menggalang massa pendukung Salahuddin di lokasi pemblokiran jalan. (ist/lakeynews.com)

Hanya sekitar 15 menit aksi pemblokiran jalan berlangsung, sejumlah anggota Polsek Woja dan Opsnal Intelkan Polres Dompu yang dipimpin Kanit Intelkam Polsek Woja AIPTU Sumaharto tiba di lokasi. Polisi kemudian berkoordinasi dan melakukan penggalangan Cakades Salahuddin dan pendukungnya.

Kepada massa, Sumaharto menyampaikan, aksi blokir jalan bukan sebuah solusi. Sumaharto mengharapkan Salahuddin dan pendukungnya untuk membawa dan menyelesaikan persoalan ini ke DPMPD Dompu.

Cakades sudah mengajukan surat keberatan terkait dengan adanya dugaan penggelembungan perolehan suara dalam Pelaksanaan Pilkades Mumbu. “Karena itu, mari sama-sama kita pergi ke DPMPD untuk menanyakan masalah ini. DPMPD memiliki tim Penyelesaian Sengketa Pilkades,” ajak Sumaharto.

Seiring dengan itu, Sumaharto meminta Salahuddin dan pendukungnya agar membuka jalan, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat banyak.

“Ini akses jalan utama. Kami meminta kepada massa pendukung Cakades yang tidak terpilih ini agar membuka jalan diblokir ini. Kami (polisi, red) siap mengawal massa untuk bersama-sama ke kantor DPMPD,” tandasnya.

Hal-hal yang disampaikan Sumaharto tersebut mendapat respon baik. Tak lama kemudian, massa bersama pihak kepolisian membuka jalan, lalu menuju kantor DPM-D. (tim)