Dewan Pers dan MIO Indonesia mengutuk keras pembunuhan terhadap Pemred LasserNewsToday Mara Salem Harahap alias Marshal. (ist/lakeynews.com)

Desak Polri Tangkap Pelaku dan Ungkap Motifnya

PERS Indonesia kembali berduka. Seorang wartawan yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) media online LasserNewsToday, Mara Salem Harahap atau biasa disapa Marshal meregang nyawa pada Sabtu (19/6), setelah ditembak orang tak dikenal (OTK), Jumat (18/6) malam.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban menuju kediamannya di Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rahmat Ariwibowo pada pers, warga menemukan jasad Marshal di dalam kendaraan pribadinya. Tidak jauh dari kediamannya.

Menyikapi hal ini, Dewan Pers dan DPP Media Independen Online (MIO) Indonesia memberikan reaksi keras. Induk organisasi pers Indonesia dan salah satu organisasi media online itu, mengutuk tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap almarhum Marshal tersebut.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menegaskan, Marshal meninggal dunia dengan jejak kekerasan. Ditemukan dua luka tembak ditubuhnya.

Kekerasan, apalagi yang menghilangkan nyawa, jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Lebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seorang wartawan.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh. (ist/lakeynews.com)

“Dewan pers mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Dewan pers mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama,” desak Nuh dalam Pernyataan Dewan Pers, Sabtu (19/6).

Katanya, pelaku dan motif pembunuhan harus diungkap. Rasa keadilan keluarga Mashal juga harus ditegakkan.

Karena itu, Dewan Pers mengimbau segenap komunitas pers Sumut untuk memperhatikan masalah pembunuhan Marshal. Dan, secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkap fakta.

Pada sisi lain, Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers, seperti diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers.

“Hal yang tidak kalah penting, Dewan Pers mengimbau agar segenap unsur pers nasional senantiasa mengedepankan keselamatan diri. Taati Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan,” imbuh Nuh.

Sebelumnya, atas nama Dewan Pers, Mohammad Nuh menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marshal. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik,” harapnya.

Salah seorang Penasihat DPP MIO Indonesia Pitra Romadoni Nasution, SH, MH. (ist/lakeynews.com)

Pernyataan seirama juga datang dari Penasihat DPP MIO Indonesia Pitra Romadoni Nasution, SH, MH. Pitra turut prihatin atas peristiwa penembakan terhadap salah satu wartawan media online di Pematang Siantar tersebut.

“DPP MIO Indonesia turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Marshal. Keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan, semoga amal baik almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin,” ucap Pitra.

Pitra menegaskan, DPP MIO Indonesia akan mengawal terus proses kasus ini dan meminta Kapolri untuk memerintahkan jajarannya mengungkap kasus tersebut.

“Apa motifnya dan siapa pelakunya, harus diungkap. Sehingga, bisa diketahui bersama peristiwa tindak pidana ini,” tegas pengacara senior itu.

DPP MIO Indoenesia juga mendesak Polri segera menangkap pelaku penembakan tersebut agar tidak muncul rasa kekhawatiran masyarakat yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas di Pematang Siantar.

Menurutnya, kalau pelaku penembakan ini belum ditangkap dia merasa keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terganggu. Peristiwa ini dapat mengganggu psikis keluarga korban dan masyarakat di sana.

“Untuk itu, kami minta Kapolri segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus penembakan tersebut,” pinta Pitra. (sarwon al khan)