Salah satu pasien yang ditemui Muttakun di RSJ Mutiara Sukma Mataram adalah Ahmad Talib. Warga Dusun Kamudi, Desa Rababaka, Kecamatan Woja, sudah boleh pulang pada 10 Juni ini. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Ada kabar menggembirakan dari anggota DPRD Dompu Ir. Muttakun terkait empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Dompu. Kondisi kesehatan Ahmad Talib, Yusuf Jafar, Haerudin dan Sri Ruhayu, kini lebih baik dari sebelumnya.

“Setelah menjalani perawatan di RSJ Mutiara Sukma Mataram, keempat ODGJ dari Dompu ini menunjukkan perkembangan kondisi fisik dan kejiwaan yang lebih baik. Perkembangannya bahkan begitu signifikan,” kata Muttakun.

Diketahui, Ahmad Talib dirujuk pada 9 Mei 2021. Tiba di RSJ Mutiara Sukma pada 10 Mei, sekaligus langsung mulai rawat inap.

Sedangkan Haerudin, Yusuf Jafar dan Sri Ruhayu, dirujuk pada 24 Mei. Masuk RSJ 26 Mei, sekaligus mulai rawat inap.

Muttakun kemudian menyontohkan pasien atas nama Ahmad Talib (L/50). Warga Dusun Kamudi, Desa Rababaka, Kecamatan Woja yang sempat dipasung sekitar 1,5 tahun itu sudah diperbolehkan pulang pada 10 Juni 2021.

Yusuf Jafar, pasien asal Lingkungan Magenda, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu. (ist/lakeynews.com)

“Sesuai keterangan perawat kepada saya (saat membezuk), Ahmad Talib sudah boleh pulang tanggal 10 Juni ini,” kata Muttakun.

Kondisi membaik juga tampak pada Yusuf Jafar (L/64). ODGJ yang sempat dipasung selama 12 tahun di belakang rumahnya di Lingkungan Magenda, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu itu memperlihatkan perkembangannya cukup menggembirakan.

Meski jiwanya masih terlihat labil, namun komunikasi dan semangat Yusuf untuk sembuh begitu tinggi. Ini terlihat dari keinginan dan upayanya untuk segera bisa jalan.

“Beliau terus berlatih menggunakan besi penyangga yang disediakan pihak RSJ Mutiara Sukma,” jelas politisi NasDem yang juga dipanggil Jara Poro atau JP (Kuda Pendek, red) itu.

Sedangkan Haerudin (L/36), penderita ODGJ asal Dusun Teta, Desa Wawonduru, Woja itu, ketika ditemui Muttakun langsung menyapa dengan ramah disertai senyuman. Saat diajak ngobrol, Haerudin meminta pulang pada Muttakun.

Haerudin, warga Dusun Teta, Desa Wawonduru, Kecamatan Woja. (ist/lakeynews.com)

Mendengar permintaan itu, Muttakun memberikan pemahaman. “Saya katakan, agar cepat sembuh dan sehat, tetap di sini (di RSJ, red) dulu. Nanti, setelah sembuh saya datang menjemput,” tutur Muttakun.

Berdasarkan penjelasan perawat di RSJ, Haerudin sudah mulai stabil, meski masih sulit diajak ngomong. Kepada perawat, Muttakun menyampaikan bahwa Haerudin selama menderita ODGJ memang agak “pelit” bicara. Hanya pada orang-orang atau lawan bicara tertentu saja diresponnya.

Pasien terakhir dikunjungi Muttakun adalah Sri Ruhayu yang dirawat di Ruang Melati. Wanita yang biasa dipanggil Umi Yaya itu menyambut kehadiran JP dengan senyum khasnya.

“Saat saya masuk di kamarnya, beliau begitu ramah dan senang dengan kehadiran saya,” sambung Muttakun yang juga ketua Komisi I di Parlemen Dompu itu.

Muttakun bersama pasien atas nama Sri Ruhayu atau Umi Yaya. (ist/lakeynews.com)

Menariknya, di kamarnya, Umi Yaya memberi “kultum” kepada JP terkait pentingnya menjaga silaturahmi. Terlepas apakah sadar atau tidak, Umi Yaya mengingatkan JP untuk terus memperhatikan dirinya. “Beliau berharap saya jemput, kalau beliau sudah sembuh,” ulasnya.

Muttakun sangat berharap dan berdoa kepada Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) semoga Sri Ruhayu, Yusuf Jafar, Haerudin dan Ahmad Talib, lekas sembuh total. Sehat kembali jiwa dan raga agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan kampungnya.

“Terima kasih Ibu Direktur RSJ Mutiara Sukma, para dokter dan segenap perawat yang telah mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya kepada pasien ODGJ, terutama dari Dompu,” ujar Muttakun. (ayi)