Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musala Bukit Sultan di Lingkungan Doro Mpana, Kelurahan Kansa, Minggu (30/5) sore. (ist/lakeynews.com)
Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani diapit anggota DPRD dari NasDem Pahlawan Indra Jaya, SE, Lurah Kansa Dedy Arsyik, S.Sos, ketika memberikan sambutan. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Mimpi pemerintah dan masyarakat Kelurahan Kandai Satu (Kansa), Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, adanya sebuah Musala di Bukit Sultan, segera terwujud.

Pembangunan musala di destinasi pariwisata dalam wilayah Lingkungan Doro Mpana itu, resmi dimulai.

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunannya oleh Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ), Minggu (30/5) sore.

Peletakan batu pertama disaksikan anggota DPRD Dompu dari Partai NasDem Pahlawan Indra Jaya, SE, Lurah Dedy Arsyik, S.Sos, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan Karang Taruna Melati Kansa.

Ketika memberikan sambutan, Bupati AKJ menekankan, membangun musala seperti itu merupakan tanggung jawab bersama, khususnya umat muslim.

“Membangun rumah ibadah tidak cukup dengan mimpi. Harus memiliki keberanian dan kebersamaan,” kata Bupati.

Bupati berharap, setelah musala ini berdiri dan digunakan, kelak, tidak hanya dirawat, tapi juga dapat dimakmurkan. “Kita sama-sama mendoakan semoga pelaksanaan pembangunannya berjalan lancar dan selesai sesuai harapan,” ajaknya.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya musala ini menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” harap Bupati menambahkan.

Makam Sultan Syamsuddin di Kelurahan Kansa, Dompu ini, dibutuhkan bangunan pelindungnya. (ist/lakeynews.com)

Makam Sultan Syamsuddin Butuh Bangunan Pelindung

Sebelumnya, Lurah Kansa Dedy Arsyik, S.Sos, mengungkapkan, musala yang dibangun ini berukuran 5 x 5 meter. Dananya Rp. 110 juta yang bersumber dari donatur asal Semarang, Irianto.

“Hadirnya sumbangan dari donatur ini tidak lepas dari peran aktif Bapak Pahlawan Indra Jaya, SE (anggota DPRD Dompu Fraksi NasDem),” kata Dedy.

Konsep bangunan musala, jelas Dedy, mengedepankan kearifan lokal masyarakat Dompu, yaitu Nggusu Waru.

Nggusu Waru memuat delapan kriteria pemimpin idaman Dou Dompu; Dou aa maja labo dahu, Dou ma bae ade, Dou ma mbani labo disa, Dou ma lembo ade ro saba, Dou ma ndinga rawi pahu, Dou ma taho hidi, Dou ma dou di woha dou, dan Dou ma ntau ra wara.

Selain menyampaikan laporan, kepada Bupati dan hadirin, Lurah Kansa juga melontarkan harapan adanya bantuan dan uluran tangan dari Pemda Dompu serta donator lainnya.

“Bantuan masih sangat kami butuhkan untuk perbaikan bangunan pelindung makam (Makam Sultan Syamsuddin, red), pemagaran keliling dan perbaikan tangga naik menuju puncak Bukit Sultan,” papar Dedy.

Setelah melakukan peletakan batu pertama pembangunan musala, Bupati AKJ sempat berkeliling dan melihat-lihat lokasi di sekitarnya.

Saat itu, Bupati memberikan respon luar biasa. Bupati langsung mengatakan dan berjanji untuk segera membuatkan jalan menuju lokasi Bukit Sultan di bagian belakang bukit itu. (ayi)