Empat pembicara dihadirkan di Panggung Inspirasi bertema “Potensi Identitas Sejarah Budaya dan Pariwisata Berbasis Fotografi dalam Paradigma Sustainable Tourism”. (feri/lakeynews.com)

Ramu Potensi Pariwisata-Budaya, Hadirkan Akademisi, Fotografer dan Pegiat Sejarah Budaya

“TIDAK pernah mati.” Itulah kata yang layak disematkan untuk kegiatan Ramadan Expo 2021 yang digelar Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Dompu di Lapangan Pelangi Jabbal Nur, Kelurahan Doro Tangga, Kecamatan Dompu.

Beberapa hari lalu, sukses menggelar Lomba Azan dan Haflah surat-surat pendek untuk para santri TPA/TPQ sekitar. Kali ini, mereka hadirkan sensasi baru Panggung Inspirasi dikemas dalam Dialog Interaktif bertema “Potensi Identitas Sejarah Budaya dan Pariwisata Berbasis Fotografi dalam Paradigma Sustainable Tourism”.

Menariknya, pada awal acara ini para tamu dan peserta disuguhkan tarian tradisional khas daerah oleh perwakilan Mahasiswa STIPAR (Sekolah Tinggi Pariwisata) Soromandi, Bima.

Pantauan Lakeynews.com, kegiatan yang dipandu Imam Syahrullah Sama Ngawa Center, pada Rabu malam (5/5) ini berlangsung seru dan menarik. Hadir di acara ini sejumlah kalangan dari pecinta sejarah budaya, fotografer, akademisi, mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat.

Tampil sebagai pembicara, Ir. Nurhaidah (pegiat sejarah budaya), Syafrudin, ST, MT (Akademisi STIE Yapis Dompu), Muhammad Iradat, S.Gz (Ketua Majelis Sakaka Dana Dompu) dan Teguh Ardiansyah (fotografer).

Suasana Panggung Inspirasi Ramadan Expo 2021 yang diselenggarakan BPC HIPMI Kabupaten Dompu. (feri/lakeynews.com)

“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan kepada publik bahwa Dompu memiliki potensi keindahan alam yang layak dikunjungi. Begitu juga dengan warisan budaya yang dimilikinya, perlu diketahui oleh generasi kita,” kata Ketua Panitia Andi Hermawan, SE.

Menurutnya, pengembangan pariwisata dan budaya Dompu merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah. “Namun harus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang bersentuhan langsung. Seperti komunitas sejarah dan budaya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan yang tidak kalah pentingnya menggandeng komunitas fotografer,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Andi, perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur juga harus dilakukan. Potensi sumber daya alam Dompu sangat melimpah ruah. Agar punya nilai dan menuju percepatan, harus didukung lewat akses dan infastruktur yang memadai.

“Sehingga wisatawan yang mau ke Dompu memiliki kenyamanan dan keamanan,” paparnya.

Selain itu, lanjut pria yang juga aktif dibidang kemanusiaam Endri Foundation ini, sumber daya manusia (SDM) harus juga mendapatkan perhatian penting. “Kita harus bangun budaya dan pariwisata ini mulai dari sekolah, anak-anak dan masyarakat di sekitar situs sejarah dan pariwisata,” paparnya. (ferimulyadin/ bersambung)